Home DPRD Kota Semarang Dewan Soroti Kesemrawutan Kabel Telpon dan Tiang Listrik di Semarang

Dewan Soroti Kesemrawutan Kabel Telpon dan Tiang Listrik di Semarang

217
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto.

Semarang, 4/11 (BeritaJateng.net) – Komisi C DPRD Kota Semarang menyoroti persoalan utilitas banyaknya tiang dan kabel telepon maupun internet di Kota Semarang yang belum tertata rapi.

Ada lima hingga tujuh tiang yang menggerombol di satu bidang. Ini tidak hanya terjadi di satu titik melainkan beberapa titik, bahkan berdiri di atas trotoar. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto, Rabu.

Rukiyanto berharap, Pemkot Semarang melakukan singkronisasi pendapat terkait maraknya jaringan telekomunikasi di Kota Semarang, baik telepon, kabel, fiber optic.

Yang lebih merisaukan keberadaan tiang-tiang telepon, satu titik bisa sampai tujuh tiang. “Semarang sudah bagus, tapi kalau pemasangan ini tidak bagus akan merusak estetika kota,” terang Rukiyanto.

Pihaknya merekomendasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk mempelajari lebih dalam terkait Perda 2/2017 tentang menara telekomunikasi.

Menurutnya, Perwal yang ditimbulkan atas Perda tersebut belum mengakomodir persoalan tersebut.

Kedepan, ia berharap, banyaknya tiang itu bisa diakomodir dengan satu tiang bersama yang disediakan Pemkot.

Sehingga, selain tidak menimbulkan kesemrawutan, tiang bersama ini akan menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Terkait model ducting, pihaknya bersama Pemkot sudah berencana menerapkan di kawasan Segitiga Emas, antara lain Jalan Pandanaran, Pemuda, dan Gajahmada.

“Itu akan diproses ducting, infonya tahun depan, termasuk di Kota Lama,” imbuhnya.

Senada, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Gumilang Febriyansyah mengatakan, masalah kesemrawutan banyaknya tiang telepon itu sangat kontras dengan prestasi yang telah diraih oleh Kota Semarang sebagai daerah yang bersih, rapi dan ramah.

“Pemerintah sudah menata kota. Sudah mendapat prestasi di bidang tata kota. Tetapi jaringan kabel sangat semrawut. Ini harus segera ditata dan ditertibkan,” ujarnya.

Febri, sapaan akrabnya, meminta agar segera digelar rapat bersama Pemkot Semarang untuk membahas secara rinci persoalan jaringan utilitas.

“Kami harus tahu detail peta persebaran tiang dan kabel utilitas. Harus diketahui titik-titik mana yang merusak atau mengganggu fungsi infrastuktur kota,” tambahnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengakui, keberadaan utilitas masih menjadi persoalan di Kota Semarang.

Meski demikian, Pemkot tak tinggal diam. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan draft Raperda tentang pengaturan utilitas di Kota Semarang.

“Kami harus punya dasar, baru kami melakukan penataan. Draf sudah kami siapkan untuk diajukan kepada dewan,” tutur Rianung. Dalam raperda tersebut, lanjut Rianung, keberadaan kabel maupun tiang akan diatur sesuai dengan kaidah jalan. “Tidak hanya utilitas yang kelihatan tapi juga kabel-kabel bawah tanah nanti kami atur,” katanya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here