Home DPRD Kota Semarang Dewan Sesalkan Molornya Pembangunan Pasar Wonodri

Dewan Sesalkan Molornya Pembangunan Pasar Wonodri

659
Komisi B DPRD Kota Semarang, Syahrul Qirom dan Danur R.

SEMARANG, 27/12 (BeritaJateng.net) – Komisi DPRD Kota Semarang sangat menyayangkan, molornya pembangunan Pasar Wonodri, Semarang. Dari target penyelesaian akhir tahun 2018, hingga 27 November ini pembangunan pasar masih menyisakan banyak pekerjaan.

Syahrul Qirom, anggota Komisi B DPRD Kota mengatakan, dengan molornya pembangunan tentu akan merugikan para pedagang yang saat ini direlokasi ke pasar sementara.

“Kasihan pedagang karena harus berjualan di pasar sementara dengan waktu yang lama. Padahal target pembangunannya hanya satu tahun. Kami berharap Dinas Perdagangan mencari solusi terkait keterlambatan ini. Termasuk memfasilitasi pedagang yang kini berada di lapak sementara,” katanya, Kamis (27/12).

Tak hanya pedagang yang dirugikan, katanya, masyarakat umum juga dirugikan atas keterlambatan ini. Lalu lintas di sekitar Pasar Wonodri menjadi kacau karena para pedagang berjualan di pinggir jalan raya. “Harus ada upaya agar pedagang tak berjualan di jalan. Kalau bisa masuk ke bangunan baru meski belum jadi,” katanya.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota, Danur Rispriyanto menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pihak kontraktor dan Dinas Perdagangan. Tujuannya untuk mensinkronkan informasi tentang keterlambatan pembangunan ini.

“Proses lelangnya juga harus dilihat, apakah dulu ada keterlambatan dalam proses lelang. Karena tak menutup kemungkinan proses lelang telat karena administrasi dari Dinas Perdagangan terlambat dimasukkan ke ULP, sehingga pekerjaan baru bisa dikerjakan pertengahan tahun ini. Maka dalam waktu dekat kami akan mengundang kedua belah pihak untuk menjelaskan persoalan ini,” tegasnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengungkapkan, jika pembangunan pasar itu akan terus dikebut. “Tinggal finishing, di antaranya pemasangan lift. Saya setiap hari memantau langsung untuk melihat progress pembangunan Pasar Wonodri,” tambahnya.

Adapun bangunan Pasar Wonodri yang masih dalam proses penyelesaian terdiri atas tiga lantai. Target penyelesaiannya sebenarnya 26 Desember. Karenanya, pihaknya terus menggenjot pelaksana proyek supaya dapat segera selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Anggaran yang digelontorkan oleh Pemkot Semarang dalam proyek revitalisasi Pasar Wonodri ini sebesar Rp 21 miliar.

Diakui Fajar, dalam pengerjaan revitalisasi pasar tersebut sempat mengalami kendala teknis. “Pihak kontraktor sudah mengerahkan pasukan mencapai 100 orang lebih supaya segera selesai,” tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tegas kepada kontraktor yang wanprestasi. Jika ada kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu, dia minta untuk diblacklist. (El)