Home DPRD Kota Semarang Dewan: Serapan Anggaran Pemkot Semarang Masih Minim 

Dewan: Serapan Anggaran Pemkot Semarang Masih Minim 

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberi sambutan saat Paripurna DPRD Kota Semarang.

Semarang, 16/8 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang menyoroti serapan anggaran pemerintah kota setempat tahun ini yang masih minim meski sudah memasuki satu semester.

“Walaupun sudah ada satu semester, serapan anggaran (APBD Kota Semarang 2016, red.) masih belum ada 30 persen. Kami ikut prihatin,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang.

Hal tersebut diungkapkan politikus PDI Perjuangan itu usai memimpin rapat paripurna istimewa DPRD Kota Semarang untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI menyambut HUT Ke-71 RI.

Serapan anggaran yang minim, lanjut dia, terjadi di berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan besaran yang bervariasi, termasuk di lingkup Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Semarang.

“Ada yang baru 5 persen, 30 persen, termasuk di Setwan Kota Semarang juga masih minim belum ada 50 persen. Namun, secara total memang belum ada 30 persen. Baru tercapai 29 koma sekian persen,” katanya.

Menurut dia, serapan anggaran yang masih minim itu disebabkan perencanaan dari SKPD yang kurang matang, pimpinan SKPD yang kurang inovatif, dan mungkin terlalu berhati-hati menggunakan anggaran.

“Mungkin masing-masing kepala SKPD kurang inovasi. Menunggu regulasi, menunggu perintah wali kota, dan sebagainya. Atau mungkin terlalu berhati-hati mengimplementasikan anggaran,” katanya.

Supriyadi menyayangkan banyaknya proyek besar yang tak kunjung terealisasi dan dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu karena berbagai persoalan yang masih mengganjal, seperti pembebasan lahan.

“Kami berharap segera saja SKPD yang sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk mengimplementasikan program masing-masing SKPD. Kalau bisa lebih cepat kan masyarakat segera bisa merasakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengakui keterserapan APBD Kota Semarang 2016 yang masih minim meski sudah memasuki bulan ke delapan, terutama di beberapa SKPD tertentu.

“Kalau dilihat memasuki bulan ke delapan ini, serapan (anggaran, red.) belum maksimal. Namun, kalau dibandingkan dengan tahun lalu sudah jauh lebih tinggi,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Ia menyebutkan dua SKPD yang kurang maksimal penyerapan anggarannya dibandingkan dengan serapan anggaran dinas-dinas lainnya, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Bina Marga Kota Semarang.

“Ya, kami akan lakukan rapat koordinasi tiap bulan. Mulai bulan depan, kami pertajam dua minggu sekali. Khusus di dua dinas tersebut, kami akan terus lakukan pantauan (serapan anggaran, red.),” katanya. (Bj05)