Home News Update Dewan Sayangkan Kebijakan Lima Hari Sekolah

Dewan Sayangkan Kebijakan Lima Hari Sekolah

Semarang, 25/7 (BeritaJateng.net) –¬†Kalangan DPRD Jawa tengah menyayangkan Surat Edaran (SE) sekolah lima hari nomor 420/006752/2015 oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan di Jawa Tengah.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Joko Purnomo mengaku tak pernah dilibatkan dalam pembahasan tersebut.

Menurutnya meski isi SE tersebut bersifat uji coba, sebenarnya tak perlu dilakukan. Uji coba pada sekolah justru memberi kesan kepada Pemprov bahwa kebijakan tersebut tak akan berhasil.

“Kami sebenernya sudah menyerap aspirasi ke berbagai daerah untuk mendengarkan bagaimana jika kebijakan ini dilaksanakan. Eh, ternyata kami tidak diajak bicara, dan langsung diterapkan uji coba dengan beredarnya SE tersebut,” ungkap Joko baru-baru ini.

Aspirasi tersebut, terangnya, sebagai bekal pembahasan bersama dengan eksekutif sebelum sekolah lima hari diterapkan. Pasalnya, jika hal krusial menyangkut pendidikan yang melibatkan banyak kalangan, harus ada antisipasi dan masukan dari berbagai kalangan.

“Semestinya hal sekrusial ini tidak dilakukan uji coba secara menyeluruh. Karena kalau terjadi kegagalan, justru akan menjadi bencana bagi dunia pendidikan Jateng. Kalau Gubernur menganggap bahwa DPRD adalah mitra kerja, mestinya sebelum membuat kebijakan yang menyangkut kepentingan publik, selayaknya dibicarakan dulu dengan DPRD, yang dalam hal ini adalah komisi E,” tandas Joko.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo mempersilakan DPRD memanggil eksekutif selaku Dinas Pendidikan Provinsi Jateng yang menangani langsung.

“Surat Edaran itu kan diskresi. Maka silakan dikontrol saja. Itu sudah ada kajian sejak lama,” terang Gubernur.

Kebijakan sekolah 5 hari mulai diberlakukan di tingkat SMA/SMK sederajat di seluruh wilayah Jawa Tengah pada tahun ajaran 2015/2016 atau senin besok (27/7) bagi sekolah yang telah siap. Sementara bagi sekolah yang belum siap, masih diperbolehkan melaksanakan 6 hari sekolah. (Bj28)