Home Ekbis Dewan sayangkan IJP Bank Jateng Terhadap Jamkrida Sangat Kecil

Dewan sayangkan IJP Bank Jateng Terhadap Jamkrida Sangat Kecil

Semarang, 18/10 (BeritaJateng.net) – Kalangan Anggota DPRD Jawa Tengah menyayangkan besaran imbal jasa penjaminan (IJP) yang dikeluarkan Bank Jateng terhadap PT. Jamkrida Jawa Tengah jumlahnya masih sangat kecil dibanding lembaga pembiayaan lain. Padahal kedua lembaga ini sama sama sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov Jawa Tengah.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto mengungkapkan, Bank Jateng belum memiliki komitmen yang kuat untuk ikut membesarkan lembaga penjaminan kredit daerah (Jamkrida). Kondisi ini berbeda dengan yang dilakukan oleh BPR BKK yang justru memberi IJP lebih besar.

“Bank Jateng hanya memberi IJP kepada Jamkrida sebesar Rp. 282.093.655,- itupun sudah keseluruhan dari 142 kantor cabang pembantu,” ungkapnya saat ditemui di Gedung Berlian, Selasa (18/10).

Politisi yang akrab disapa Bogi ini menjelaskan, total IJP yang diberikan Bank Jateng tersebut kalau dirata rata setiap cabang pembantu maka per cabang IJPnya hanya sebesar Rp. 1.986.575,- setiap bulan. Sedangkan BPR BKK saat ini sudah memberi IJP sebesar Rp. 10 miliar lebih.

Melihat kondisi tersebut, Bogi mengharapkan agar Bank Jateng memberi kepercayaan yang lebih besar kepada Jamkrida dibanding kepada lembaga penjamin lain. Paling tidak, Jamkrida diberikan alokasi minimal 5 persen dari total kredit yang disalurkan. Masih ada cara lain, tambah Bogi, misalnya Bank Jateng memberikan penyertaan modal kepada Jamkrida agar kedua lembaga milik Pemprov Jateng ini bisa saling memiliki.

“Kalau hal itu tidak dilakukan sama artinya Bank Jateng tidak bersinergi dengan Jamkrida sebagai sesama BUMD,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Utama Jamkrida Jawa Tengah Nasir Siregar mengatakan, sampai dengan bulan September 2016 ini Jamkrida memiliki IJP sebesar Rp. 20 miliar lebih. IJP tersebut diperoleh dari BPR BKK sebesar Rp. 10 miliar lebih, Bank Jateng sebesar Rp. 282.093.655,- dan sisanya dari lembaga pembiayaan swasta serta Bank Pasar.

“Ada satu leasing yang memberi IJP cukup besar yakni Rp, 1,7 miliar dan BPR Swasta yakni Bank Surya Yudha sebesar Rp. 900 juta setiap bulan,” katanya.

Nasir menambahkan, beberapa BPR BKK yang memiliki kontribusi IJP yang cdukup besar diantaranya adalah BPR BKK Wonogiri sebesar Rp. 1,9 miliar dan BPR BKK Mandiraja Banjarnegara serbesar Rp 1,5 miliar.

(BJ13)

Advertisements

Comments are closed.