Home DPRD Kota Semarang Dewan: Normalisasi Banjir Kanal Timur Butuh Andil Pemkot dalam Pembebasan Lahan 

Dewan: Normalisasi Banjir Kanal Timur Butuh Andil Pemkot dalam Pembebasan Lahan 

Tinjauan Wakil Walikota Semarang ke Banjir Kanal Timur.

Semarang, 26/10 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menjelaskan proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur melibatkan lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Dari Pemerintah Kota Semarang saja yang kebagian tugas pembebasan lahan. Itu melibatkan antar-SKPD,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto di Semarang.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengakui persoalan yang dihadapi dalam pembebasan lahan bantaran Sungai BKT memang kompleks karena tidak hanya permukiman, namun juga kawasan usaha.

Ia mencontohkan seperti deretan pedagang yang berada di sepanjang Jalan Barito, mulai pedagang besi tua, industri perkalengan, hingga perlengkapan automotif yang melibatkan peran Dinas Pasar.

“Kemudian, lahan permukiman juga ada. Makanya, harus sinergi. Dinas Pasar, Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan sebagainya,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya terlaksananya proyek normalisasi Sungai BKT sebagaimana sudah dilakukan di Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) bergantung kesungguhan Pemkot Semarang dalam pembebasan lahan.

Dari pusat, kata dia, sebenarnya sudah siap menganggarkan normalisasi Sungai BKT dan sudah merespons positif, namun syaratnya memang harus segera diselesaikan pembebasan lahan di kawasan itu.

“Intinya, kawasan Sungai BKT harus bersih dulu, baik permukiman, usaha, hingga pedagang kaki lima. Ya, ini bergantung kesungguhan Pemkot Semarang. Targetnya, 2017 sudah mulai pembangunan,” katanya.

Yang jelas, Wachid mengatakan upaya sosialisasi harus intens dilakukan Pemkot Semarang kepada warga yang terdampak, termasuk antisipasi terhadap dampak-dampak dari relokasi atau pemindahan itu.

“Ya, kalau sosialisasinya sudah ‘oke’, termasuk antisipasi berbagai dampak dari kepindahan itu sudah disiapkan, kami optimistis bisa. Saya yakin warga sekitar bisa memahami dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan saat ini terus dilakukan sosialisasi, termasuk mengenai tempat pengganti bagi warga yang terdampak proyek normalisasi Sungai BKT.

“Kan di situ (kawasan Sungai BKT, red.) ada usaha juga. Yang pedagang, akan dipindahkan ke Pasar Klithikan Penggaron, termasuk lahan terminal angkutan yang bisa dipakai menampung pedagang,” katanya.

Untuk permukiman yang terdampak, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengaku sedang mengomunikasikan kepada pemerintah pusat untuk membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) tambahan. (Bj05)

Advertisements