Home Headline Dewan Nilai Banyak Fasum di Karimunjawa Harus Diperbaharui

Dewan Nilai Banyak Fasum di Karimunjawa Harus Diperbaharui

589

SEMARANG, 22/8 (Beritajateng.net) – Kawasan Kepulauan Karimunjawa saat ini sudah ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing. Tidak saja pada saat akhir pekan, namun setiap hari wisatawan berduyun duyun datang ke Karimunjawa. Dari pengamatan Komisi C DPRD Jateng, banyak sekali fasilitas umum yang harus dibenahi untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto mengungkapkan, beberapa fasilitas umum yang ada kurang memenuhi syarat untuk mendukung Karimunjawa sebagai destinasi utama pariwisata.

“Lihat saja dermaganya masih kecil tidak dapat dipakai berlabuh kapal besar, akhirnya kapal hanya bisa bersandar di tengah perairan Karimunjawa,” ungkapnya saat ditanya tentang pemanfaatan aset Pemprov di Karimunjawa.

Asfirla menjelaskan, Dermaga di Karimunjawa masih dangkal hanya bisa digunakan untuk sandar kapal kecil sampai sedang. Sedangkan kapal ukuran besar penumpangnya harus diantar menggunakan kapal kapal nelayan.

“Karimunjawa ini sangat menarik bagi wisatawan. Tapi Kapal kapal besar terlebih seperti kapal pesiar membutuhkan dermaga yang besar dan dalam. Oleh karena itu dermaga ini harus dibenahi dengan dikeruk,” katanya.

Selain dikeruk, terminal penumpang di dermaga Karimunjawa juga tidak memenuhi syarat karena terlalu kecil sehingga saat kedatangan kapal dan jelang keberangkatan terminal tersebut sangat sesak oleh penumpang kapal.

“Terminalnya kecil sehingga pada saat ramai penumpang terlihat seperti pasar,” jelasnya.

Selain dermaga, Bandara Dewandaru juga dinilai terlalu kecil hanya bisa didarati pesawat berukuran sedang karena landasan pacunya juga masih pendek. Saat ini pesawat paling besar yang bisa mendarat di Dewandaru adalah type ATR dengan kapasitas 72 penumpang.

“Banyak calon penumpang yang tidak kebagian tiket saat saat weekend. Landasan pacunya harus ditambah panjangnya agar pesawat ukuran besar bisa mendarat,” bebernya.

Sementara itu aset Pemprov Jateng yang ada di Karimunjawa dan harus dibenahi untuk memberi pelayanan maksimal kepada wisatawan diantaranya adalah Hotel Karimun Inn. Hotel tersebut kondisi bangunannya sudah tua dan tidak lagi mampu bersaing dengan hotel hotel lain sehingga tingkat huniannya sangat rendah.

“Saya minta hotel ini direnovasi agar bisa bersaing dengan hotel lainnya. Kalau kondisinya seperti ini siapa yang mau menginap disini,?” Tanya asfirla seraya menyebut nama beberapa hotel besar yang ada di Karimunjawa.

Lebih lanjut Asfirla mengatakan, poptensi pariwisata Karimunjawa sangat besar. Keindahan panorama alamnya baik pantai maupun perbukitan sangat indah dan tidak kalah dibanding dengan Bali, Lombok atau tempat tempat wisata unggulan lainnya.

“Satu hal lain selain infrastruktur yang harus dibenahi adalah kesiapan masyarakat Karimunjawa menyambut lokasi tersebut sebagai tujuan wisata unggulan. Akan banyak wisatawan baik lokal maupun maca yang hadir disitu. Masyarakat harus siap, ramah dan membuat senang wisatawan agar betah tinggal di Karimun,” pungkasnya.

(NK)