Home DPRD Kota Semarang Dewan Minta Penanganan Banjir Dipercepat

Dewan Minta Penanganan Banjir Dipercepat

Agung Budi Margono (tengah)
         SEMARANG, 9/2 (BeritaJateng.net) – Penanganan banjir dan rob masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya adalah banjir dan rob yang melanda kawasan Semarang bagian timur mulai dari Gayamsari hingga Genuk dan sebagian Pedurungan. Untuk itu perlu ada penanganan yang cepat untuk mengatasi banjir.
          “Penanganan banjir dan rob sudah masuk menjadi salah satu prioritas dari program walikota-wakil walikota, upaya ini harus dipercepat, salah satu kuncinya adalah koordinasi dengan Pemprov Jateng dan Kementrian PUPR,” ujar wakil ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono, ST. MT.
          Saat ditemui usai dialog interaktif di studio Kompas TV, Agung Budi Margono menegaskan Semarang sudah memiliki perda No 7 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Penanganan Drainase. Dalam perda tersebut sudah jelas apa yang harus dilaksanakan, sumber pembiayaan hingga estimasi biayanya.
          “Tinggal kita laksanakan saja perda tersebut, makanya kita butuhkan koordinasi dengan pemprov Jaeng dan Kementrian PUPR,” ujar Agung Budi Margono. Politisi asal PKS ini menandaskan penanganan drainase yang dilakukan saat ini kurang maksimal. Dia mencontohkan penanganan Kali Tenggang yang asmih terkendala pembebasan lahan.
          “Pembebasan lahan sampai sekarang belum selesai juga, ke depan kami berharap pemkot bisa lebih cepat lagi dalam mengatasi masalah banjir,” katanya. Terkait dengan kondisi Jalan Kaligawe Raya yang masih saja kebanjiran jika hujan deras, menurut Agung BM, tidak lepas dari tingginya rob.
          Beberapa waktu lalu ada beberapa sungai yang dibendung untuk menanggulangi rob. Namun hal ini tidak diimbangi dengan pompa yang memadai baik dari kapasitas maupun jumlahnya, sehingga ketika ada hujan deras, air tidak bisa dibuang ke laut dengan cepat. “Ini harus segera diselesaikan, kalau perlu tambah mesin pompa,” tegasnya.
         Terkait dengan wacana peninggian Jalan Kaligawe Raya, Agung Budi Margono menyatakan hal itu perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam. Pasalnya, peninggian jalan memiliki sejumlah konsekuensi mulai dari anggaran biaya, dampak yang ditimbulkan hinga persoalan waktu pekerjaan.
         “Peninggian jalan merupakan usulan yang bagus, namun lingkungan sekitar juga harus diperhatikan, jangan sampai jalan kering namun rumah warga tambah tinggi banjir. Jadi penanganan harus dilakukan secara terpadu,” katanya. Sementara itu Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Kota Semarang Kumbino mengatakan pihaknya sudah berupaya mengatasi banjir dan rob.
        “Kita sudah menyiagakan dan mengoperasional pompa di sejumlah lokasi, hasilnya sudah bagus, jalan sudah bisa dilalui dengan lancar,” katanya.
         Terkait dengan koordinasi dengan pemprov Jateng dan Kementrian PUPR, Kumbino mengatakan sudah berulang kali dilakukan, termasuk saat ini penanganan banjir di kawasan timur sudah dimulai. (El)