Home DPRD Kota Semarang Dewan Minta Pemkot Semarang Tindak Tegas Kontraktor Proyek Nakal

Dewan Minta Pemkot Semarang Tindak Tegas Kontraktor Proyek Nakal

Tinjauan pengerjaan jalan Semarang

Semarang, 31/12 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta pemerintah kota setempat bertindak tegas terhadap kontraktor pelaksana proyek yang dianggap nakal.

“Seperti, pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Kalau tidak sesuai spek kan penyimpangan, pelanggaran, wanprestasi,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang.

Hal itu diungkapkannya menanggapi adanya dua proyek pekerjaan jalan yang ditolak pembayarannya secara penuh atau “reject” oleh Pemerintah Kota Semarang karena pekerjaan tidak sesuai spesifikasi.

Kontraktor pelaksana proyek yang menggarap tidak sesuai spefisikasi, kata dia, jelas tidak bisa dibiarkan sehingga tepat jika tidak dicairkannya anggaran untuk pembayaran secara penuh.

“Ya, kan (reject, red.) ini dikarenakan pelaksana yang dianggap wanprestasi, pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Bahkan, sebenarnya pelaksana wanprestasi harus terkena ‘blacklist’,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu mencontohkan proyek Jalan Kokrosono beberapa waktu lalu yang meninggalkan persoalan, sebab pemenang lelang tidak memiliki duit sehingga pekerjaannya disubkan.

“Oleh pelaksana yang disub oleh pemenang lelang, pekerjaan itu disubkan lagi. Kan jadi persoalan. Makanya, dinas terkait harus bersikap tegas terhadap kontraktor yang nakal,” katanya.

Jangan kemudian, kata Supriyadi, kontraktor pelaksana mau menerima uangnya, tetapi tidak memiliki niat dan tanggung jawab untuk mengerjakan proyek yang sudah disepakati sesuai dengan target.

Sebelumnya, Dinas Bina Marga Kota Semarang menyebutkan ada dua proyek pembangunan jalan yang dilakukan “reject” atau penolakan pembayaran penuh karena pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Dua proyek jalan itu, yakni Jalan Sirajudin di kawasan Tembalang dan Jalan Zainudin di kawasan Genuk, di antaranya ditunjukkan ketebalan jalan hasil pekerjaan yang berada di bawah spesifikasi.

“Seperti ketebalan beton yang semestinya 20 centimeter, tetapi di beberapa titik ada yang 16 dan 17 cm. Jadi, pekerjaannya kami ‘reject’,” kata Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Hasil temuan di lapangan, diakuinya pengerjaan dua proyek jalan itu memang sudah selesai, tetapi karena ada beberapa titik yang tidak sesuai spesifikasi sehingga tidak dibayar 100 persen.

“Kami ‘reject’ nol rupiah pada titik-titik atau lokasi yang tidak sesuai spesifikasi. Bukannya kami tidak mau (bayar, red.), tetapi di bawah spesifikasi. Jadi, tidak kami bayarkan,” katanya. (El)

Advertisements