Home Headline Dewan Minta Kerjasama CMJT Dengan Investor Disusun Dengan Cermat

Dewan Minta Kerjasama CMJT Dengan Investor Disusun Dengan Cermat

KEBUMEN, 01/02 (Beritajateng.net) – Kalangan Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah minta perjanjian kerjasama antara PT Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) dengan investor disusun dengan cara yang cermat agar kasus seperti yang menimpa PRPP tidak terulang di masa yang akan dating.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Jawa Tengah Tetty Indarti dihadapan Direktur Utama CMJT Agung Rahmanto beserta jajarannya pada kunjungan pemantauan asset milik Pemprov jateng di Hotel Maxolie yang belum lama ini dibangun dan saat ini sudah dioperasionalkan di Kabupaten Kebumen.

Hotel Maxolie yang dibangun ditanah milik Pemprov Jateng menempati lahan dan bangunan induk bekas Pabrik Minyak Kelapa Sarinabati. Pembangunan dan pengelolaan Hotel Maxolie dikerjasamakan dengan system Bill Operation Transfer (BOT) dengan PT. Bumen Alam Indah (BAI) selama 30 tahun dan berakhir pada tahun 2041 mendatang.

“Saya mengapresiasi kerjasama ini, namun saya minta agar dibuat dan dilaksanakan secara cermat jangan sampai terulang kasus PRPP yang perjanjiannya tidak jelas bahkan berujung konflik di pengadilan sampai kita kalah,” ungkapnya, Rabu (31/01) malam.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, Kerjasama itu akan berakhir pada 2041 dan memberi kontribusi PAD senilai total Rp 13,930 miliar selama 30 tahun dan seluruh aset tanah beserta bangunanya kelak menjadi sepenuhnya milik PT CMJT. Atau, sekitar Rp 220 juta lebih yang diterima Pemprov Jateng pada tahun pertama dan terus bertambah lima persen pada setiap tahunnya

Anggota Komisi C Yahya Haryoko menambahkan kerjasama multiyears PT CMJT dengan PT BAI dengan total kontribusi mitra yang sudah ditentukan besarannya sejak awal yakni hampir Rp 14 miliar perlu dikawal dengan seksama oleh semua stakeholder. Hal itu mengingat adanya ketidakpastian di dunia usaha, yang dalam rentang waktu 30 tahun ke depan, kadangkala bagus atau ada masanya kurang menguntungkan.

“Tentu, kita berharap dunia usaha selama itu selalu memberi keuntungan. Jangan sampai saatnya tidak baik, kita (Pemprov Jateng) kesulitan memperoleh hak yang disebutkan bertambah lima persen setiap tahunnya tadi,” ujar Politikus PPP itu mengingatkan.

Senada, Anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan Ahmad Ridwan juga meminta, dalam perjanjian yang sudah diatur secara detil itu, ada ketentuan yang memungkinkan kedua pihak membuat addendum. Ia berharap, dengan beroperasinya Hotel Mexolie maupun tujuan membangun kawasan wisata terpadu, PT CMJT dapat menggalang kerjasama dengan berbagai pihak. Tujuannya, meningkatkan daya tarik Kabupaten Kebumen.

“Yang ini jangan diabaikan agar nanti ada yang menarik masyarakat untuk datang ke Kebumen, apa kulinernya, atau event budayanya,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Dirut PT CMJT Agung Rohmadi mengaku siap melaksanakan saran dan masukan Komisi C DPRD Jateng itu. Ia berjanji pihaknya akan menjalin komunikasi yang baik dan berkelanjutan dengan Komisi C maupun stakeholder lainnya demi meningkatkan kontribusi PAD ke Pemprov Jateng.

Untuk diketahui, lahan eks pabrik minyak kelapa Sarinabati, yang dikerjasamakan dengan PT BAI, seluas 49.301 dari keseluruhan 60.691 meter persegi. Sisanya 6.390 meter persegi diperuntukkan kepentingan umum dan 5.000 meter persegi dipinjam pakai oleh Komando Distrik Militer (Kodim) Kebumen.

Saat ini, pembangunan kawasan wisata terpadu masih berlangsung. Diantaranya sudah berdiri dan beroperasi Hotel Mexolie dengan 84 kamar dan suite, fasilitas kolam renang, 7 meeting rooms dan ballroom.

(NK)