Home DPRD Kota Semarang Dewan: Komunitas Medsos Jangan Hanya Lakukan “Bullying” Pemerintah

Dewan: Komunitas Medsos Jangan Hanya Lakukan “Bullying” Pemerintah

Ketua DPRD Kota Semarang menemui komunitas media sosial Semarang.
     Semarang, 12/2 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta keberadaan komunitas media sosial di Semarang jangan hanya bisa melakukan “bullying” kepada pemerintah kota setempat.
     “Seringkali kita menemukan komunitas di medsos yang identik dengan mem-‘bully’ Pemerintah Kota Semarang,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Senin.
     Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan komunitas medsos itu biasanya tidak mengetahui persoalan sehingga tidak memberikan solusi, saran, atau pendapat, tetapi hanya menyoroti sisi jeleknya saja.
     Padahal, kata dia, selama ini banyak prestasi yang diraih Pemkot Semarang yang sebenarnya harus diangkat dan disosialisasikan karena merupakan kebanggaan bersama warga Semarang.
     Menurut dia, peran komunitas, terutama medsos yang sangat efektif untuk menyosialisasikan prestasi yang diraih Pemkot Semarang agar masyarakat punya rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kotanya.
     “Jadi, tidak serta merta kemudian persoalan kecil di-‘blow up’ dan diviralkan. Jangan hanya sisi jeleknya, tetapi sisi baik yang sudah diraih Pemkot Semarang juga harus diviralkan,” katanya.
     Ia mengatakan persoalan kecil yang ditemui kemudian viral di medsos kerap kali tidak berimbang dengan apa yang sudah dilakukan Pemkot Semarang dalam membangun Kota Semarang.
     “Malah mencoreng nama Semarang sendiri. Tidak berimbang dengan apa yang sudah diperbuat Pemkot Semarang. Sisi baik diviralkan, jangan hanya sisi jeleknya,” katanya.
     Selain itu, kata dia, keberadaan komunitas medsos juga sangat penting untuk membantu pembangunan Kota Semarang dengan memberikan masukan, gagasan, solusi atas permasalahan yang terjadi.
     Yang jelas, kata dia, peran komunitas sangat dibutuhkan dalam pembangunan Kota Semarang dengan membantu menyosialisasikan melalui medsos mengenai kemajuan yang sudah dicapai.
     Selama ini, Supriyadi mengatakan sudah banyak komunitas yang memiliki beberapa kepedulian, seperti komunitas yang mengangkat kuliner, lowongan kerja, dan pariwisata di Kota Semarang.
     Artinya, kata dia, keberadaan komunitas berperan menjembatani antara Pemkot dan DPRD Kota Semarang dengan memberikan banyak masukan, gagasan, dan solusi untuk mempercepat pembangunan.
     “Kami ingin wadahi itu dengan sebuah komunitas yang rencananya namanya ‘Cah Semarang Hebat’. Kota Semarang sudah berubah total, sudah banyak pembangunan dan prestasi yang diraih,” katanya. (El)