Home DPRD Kota Semarang Dewan: Jangan Sampai Tempat Hiburan Dibuka Tapi Jadi Klaster Baru Covid-19

Dewan: Jangan Sampai Tempat Hiburan Dibuka Tapi Jadi Klaster Baru Covid-19

243
Tempat Hiburan Di Kota Semarang Mulai Beroperasi Kembali.

SEMARANG, 2/7 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meninjau beberapa tempat hiburan, karaoke dan spa yang sudah mendapatkan rekomendasi untuk beroperasional kembali. Beberapa tempat yang dikunjungi yakni Karaoke Inul Vista Mugassari, Graha SPA, dan Karaoke and SPA Eleven.

Dari hasil tinjauan, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menilai secara prosedural protokol kesehatan di tempat hiburan sudah dilakukan dengan baik. Dia meminta pengelola tempat hiburan dapat melakukan kontrol agar pengunjung tidak lupa menerapkan protokol kesehatan selama di tempat hiburan.

“Secara prosedural protokol kesehatannya sudah cukup. Pengelola harus sering-sering melakukan kontrol agar pengunjung tidak lupa. Harus sering diingatkan,” pintanya.

Dia juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang melakukan pemantauan secara berkala agar 48 hiburan yang telah mendapatkan rekomendasi ini tidak terjadi penularan Covid-19. Jangan sampai, kata dia, tempat hiburan yang baru dibuka menjadi klaster baru.

“Kami minta kalau ada klaster baru di tempar hiburan harus ditutup dan disterilkan. Protokol kesehatannya ditinjau lagi,” tegasnya.

Dia menambahkan, khusus untuk karaoke diharapkan ada hand sanitizer di setiap ruangan agar memudahkan pengunjung tetap menjaga protokol kesehatan.

“Walaupun sudah ada wastafel, tapi kalau habis megang sesuatu bisa dengan cepat memakai hand sanitizer di setiap ruangan,” ujarnya.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari menyebutkan sejauh ini ada 126 tempat hiburan dan wisata yang mengajukan izin rekomendasi. Sebanyak 48 diantaranya telah mendapatkan dan sudah kembali beroperasi.

“Setelah izin kami keluarkan. Kami akan rutin melakukan pengawasan dan pemantauan,” kata Iin, sapaannya.

Dia juga meminta masyarakat untuk turut mengawasi temapt hiburan dan pariwisata. Apabila pengunjung tempat hiburan maupun wisata dinilai terlalu banyak dan tidak mematuhi protokol kesehatan, dia meminta masyarakat untuk segera melaporkan kepada Disbudpar.

“Masyarakat kami harap turut mengawasi. Kami diberi saran supaya kami terus berbenah,” imbuhnya. (El)