Home DPRD Kota Semarang Dewan Ingin Pembangunan Panti Rehabilitasi Sosial Rowosari Dilanjutkan 

Dewan Ingin Pembangunan Panti Rehabilitasi Sosial Rowosari Dilanjutkan 

Kondisi memperihatinkan terlihat saat Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi panti rehabilitasi sosial Among Jiwo Semarang, tampak berdesakan, penghuni resos melebihi kapasitas atau overload.

Semarang, 17/6 (BeritaJateng.net) – Penanganan pemerintah terhadap pengemis, gelandangan, dan orang-orang  terlantar (PGOT) di Kota Semarang hingga kini masih belum bisa dilakukan secara tepat dan tuntas.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti mengatakan bahwa, menjelang Lebaran dipridiksi PGOT semakin meningkat sehingga harus diantisipasi agar tidak merebak terjadi di Kota Semarang.

“Kami ikut prihatin dengan kondisi Rehabilitasi Among Jiwo di Ngaliyan yang tempatnya terbatas hanya mampu menampung sekitar 50 orang saja, sehingga pada saat Satpol PP melakukan razia, tempat rehabilitasi itu membludak,” kata Detty sapaan akrab Dyah Ratna Harimurti.

Dikatakan Detty, hasil dari penangkapan PGOT itu lalu mau dibawa ke mana. Dari jumlah rehabilitasi Among Jiwo Ngaliyan yang hanya mampu menampung 50 orang saja, tiap hari dipaksakan bisa menampung hingga sampai 98 orang PGOT sehingga tempat rehabilitasi ini overload.

Sedangkan yang lebih prihatin lagi, kata Detty tempat rehabilitasi tersebut, dicampur aduk antara pengemis, gelandangan dan orang-orang terlantar bersama dengan orang yang sakit jiwa.

Apalagi, menjelang Lebaran, PGOT akan mengalami peningkatan dan mereka akan berkeliaran di Kota Semarang. “Kami menilai bahwa PGOT yang sering tertangkap, mereka adalah wajah-wajah lama,” tambah Detty.

Komisi D, kata Detty mendukung segera dibangunnya  pusat rehabilitasi sosial di Rowosari Kecamatan Tembalang. Rencana pembangunan gedung rehabilitasi ini atas kerja sama dengan Kementerian Sosial.

Lahan tempat rehabilitasi sosial ini, kata Detty semua luasnya mencapai 7 Ha. Tahap I yang akan di bangun 3 hektar dan diharapkan pada tahun 2017 sudah bisa dimulai.

Tempat rehabilitasi sosial ini, kata Detty, nantinya selain untuk rehabilitasi pengguna narkoba, orang-orang terlantar juga untuk rehab anak-anak pelaku kejahatan tindak kriminalitas.

“Kami sudah mengusulkan tempat rehabilitasi sosial Rowosari sebagai tempat rehab anak-anak pelaku kejahatan atau tindak kriminalitas,” kata Detty.

Sedangkan DED (Detail Engeering Design) nya sudah siap. Insyaallah bila tidak berubah, sudah diajukan untuk memulai penggurukan sekitar 3 meter.

“Kami sangat mendukung program pemerintah yang akan membangun tempat rehabilitasi sosial di Rowosari Kecamatan Tembalang untuk penanganan PGOT musiman atau tetap,” kata politikus PDI Perjuangan ini. (Bj05)