Home DPRD Kota Semarang Dewan Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional Semarang Libatkan Pedagang

Dewan Dorong Revitalisasi Pasar Tradisional Semarang Libatkan Pedagang

Dialog interaktif bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang bertajuk "Pasar Resik, Rejekine Apik" di Pasar Bulu Semarang.

Semarang, 21/2 (BeritaJateng.net) – Dewan Kota Semarang mendorong Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan untuk melakukan revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Atlas ini dengan melibatkan pedagang. Sebab, menurut anggota DPRD Kota Semarang dengan mengajak pedagang dalam merencanakan pembangunan pasar tersebut akan menjamin keberlangsungan dari aktivitas di pasar itu sendiri.

Salah satunya, yakni pembangunan Pasar Johar, yang beberapa waktu lalu terkena kebakaran. Sehingga korban pedagang pasar Johar saat ini masih direlokasi di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) jalan Gajah Raya. Terkait dengan adanya sejumlah pedagang Pasar Johar yang menolak pembangunan Pasar Johar baru lebih dari tiga lantai, juga ditanggapi Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono saat menjadi salah satu narasumber dalam dialog DPRD dengan tema “Resik Pasare, Apik Rejekine” di Pasar Bulu.

Menurut politisi partai Demokrat ini, jika pedagang menolak bangunan Pasar Johar Baru berlantai 6 dan menolak pembangunan alun-alun tersebut hal yang biasa, ada pro dan kontra. Pihaknya menyerahkan kepada pemerintah, mana baiknya.

“Pedagang harus dilibatkan, ini kan baru hanya sepihak dari pedagang, pemerintah juga punya alasan untuk membangun lebih dari tiga lantai atau sampai lantai 6. Memang dikhawatirkan jika bangunan Pasar Johar baru dibuat tinggi maka akan merugikan pedagang seperti kondisi  di pasar yang sudah-sudah,” ujarnya, Selasa (21/2).

Pihaknya berharap, masalah ini bisa diselesaikan oleh pemkot dan pedagang. Pihaknya hanya mendorong terkait penganggaran, pengawasan, dan legislasinya. Bagaimanapun pasar dibangun untuk para pedagang, karena mereka nantinya yang akan menempatinya. Bahkan, diharapkan, bangunan Pasar Johar Baru nantinya bisa menjadi ikon di kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, terkait pembuatan Detail  Engineering Design (DED)-nya bangunan Pasar Johar Baru berada di Dinas  Tata Ruang Kota Semarang. Dan  termasuk Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) di Badan Lingkungan Hidup (BLH).

“Kami hanya tinggal merelokasi pedagang pasar Yaik ke MAJT, lalu memasukkan kembali ke pasar Johar. Ada sekitar 7.039 pedagang yang akan dimasukkan ke Pasar Johar Baru,” pungkasnya. (El)

Advertisements