Home DPRD Kota Semarang Dewan Bantu Rampungkan Pembebasan Lahan Kali Tenggang Semarang

Dewan Bantu Rampungkan Pembebasan Lahan Kali Tenggang Semarang

Semarang, 3/5 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang membantu negosiasi untuk menyelesaikan pembebasan lahan di Sungai Tenggang yang selama belasan tahun berjalan alot.

“Satu rumah milik Pak Syahrir sudah kami bantu negosiasinya tadi (2/5). Alhamdulillah, pemilik bangunan sepakat dengan ganti untung,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Senin malam.

Supriyadi memimpin negosiasi pembebasan lahan milik Syahrir, didampingi Wakil Ketua DPRD Agung Budi Margono dan dua anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, yakni SOdri dan Nunung Sriyanto.

Selama 16 tahun, proses pembebasan lahan di Sungai Tenggang untuk proyek normalisasi sungai berlangsung alot, padahal normalisasi Sungai Tenggang penting untuk menanggulangi persoalan banjir.

“Kami ingin memberikan ‘support’ kepada Pemerintah Kota Semarang untuk percepatan normalisasi Kali (sungai, red.) Tenggang. Makanya, kami bersama-sama kawan-kawan dewan ‘jemput bola’,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan proyek normalisasi Sungai Tenggang jelas tidak bisa dilakukan selama pembebasan lahan dan bangunan yang ada di kawasan itu belum juga terselesaikan.

Dalam negosiasi yang dihadiri Lurah Tambakrejo, anggota babinsa, babinkamtibmas, ketua RW, dan tokoh masyarakat setempat, pemilik lahan masih meminta ganti untung senilai Rp444 juta.

“Namun, dari upaya pendekatan yang kami lakukan, pemilik rumah bernama Pak Syahrir bersedia merelakan tanah dan bangunan miliknya dengan ganti untung senilai Rp383 juta sesuai appraisal,” katanya.

Tidak lama setelah tercapai kesepakatan, Supriyadi mengatakan Syahrir selaku pemilik bangunan langsung diajak menemui Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Dinas PSDA-ESDM Kota Semarang, Ayu Enthys.

“Kami langsung ajak Pak Syahrir menemui Bu Ayu (Plt Kepala Dinas PSDA-ESDM, red.) untuk menindak lanjuti hasil negosiasi, seperti persoalan administrasi, dan sebagainya,” katanya.

Setelah rumah Syahrir, ia menyebutkan masih ada lima petak tambak lagi di kawasan Kali Tenggang yang proses pembebasan ganti untungnya masih alot, namun akan segera diupayakan DPRD Kota Semarang.

“Masih ada lima petak lahan yang belum (terbebaskan, red.). Besok (3/5), kami akan sambangi pemilik tambak untuk membantu negosiasi. Normalisasi Kali Tenggang harus segera dilakukan,” katanya.

Dinas PSDA dan ESDM Kota Semarang, kata dia, menyatakan segera menindak lanjuti proses ganti rugi kepada Syahrir secara administrasi karena anggaran sudah tersedia, dan semestinya bisa dipercepat. (Bj)