Home DPRD Kota Semarang Dewan: Anggaran SPKD Pemkot Semarang Dipangkas Rp. 8,6 Miliar

Dewan: Anggaran SPKD Pemkot Semarang Dipangkas Rp. 8,6 Miliar

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi memaparkan hasil paripurna dan putusan RAPBD 2017 yang telah disahkan.

Semarang, 1/12 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang merasionalisasi anggaran beberapa SKPD Pemerintah Kota Semarang. Tak main-main, sebanyak Rp. 8,6 miliar anggaran yang diajukan dalam rancangan APBD 2017 dipangkas Dewan.

“Setelah tiga hari secara maraton pembahasan, akhirnya tadi malam (30/11) kami telah mengesahkan RAPBD murni tahun 2017 dalam paripurna. Banyak evaluasi khususnya sistem penganggaran di pemkot Semarang. Untuk rasionalisasi kegiatan dewan dan beberapa SKPD sekitar Rp. 8,6 miliar,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi saat ditemui BeritaJateng.net.

Menurutnya, efisiensi anggaran paling banyak dilakukan di Sekretaris DPRD (Sekwan), kegiatan-kegiatan dewan dan kunjungan-kunjungan akan diminimalisir.

“Kami merasionalisasi sekitar Rp. 8,6 miliar, ini angka yang luar biasa, Sekwan paling banyak efisiensinya, kalau beberapa SKPD ya tidak banyak, ada yang Rp 1 miliar, ada yang Rp 500juta, variatif lah,” katanya.

Supriyadi menjelaskan, rasionalisasi anggaran tersebut merupakan bentuk efisiensi anggaran yang diajukan dalam RAPBD 2017. “Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS sudah kami setujui untuk dinaikkan sebesar 48,3%. Awalnya TPP itu kan berasal dari honorarium dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), nah karena sudah dilebur dalam TPP maka sesuai komitmen pemerintah kota Ssmarang maka honorarium dan SPPD ditiadakan. Kecuali untuk PPKom, PPTK, dan Bendahara tetap menerima karena memang resikonya lebih besar,” imbuhnya.

Intinya, lanjut Supriyadi, Dewan ingin kinerja masing-masing SKPD bisa optimal dengan dinaikkannya TPP. “Harapannya, kinerja (PNS Pemkot,Red.) bisa optimal, bisa meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, dan proyek-proyek yang sudah direncanakan dan dianggarkan bisa segera terealisasi dengan baik, sesuai aturan, tidak menyimpang dan kualitas pekerjaan juga diharapkan semakin baik,” harapnya. (EL)

Advertisements