Home Lintas Jateng Desa Kandri Digarap Jadi Desa Wisata Digital

Desa Kandri Digarap Jadi Desa Wisata Digital

Walikota Semarang berfoto di spot foto negeri diatas awan, Desa Wisata Kandri.

Semarang, 20/1 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang tengah menggarap Desa Kandri sebagai desa wisata digital yang menawarkan daya tarik digital, yakni “selfie” atau swafoto bagi wisatawan.

“Banyak `spot` foto menarik di Desa Kandri, seperti `spot` foto salju, awan, dan sakura di Dusun Talunkacang, Desa Kandri,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang.

Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu menyempatkan berjalan kaki menyusuri Desa Kandri untuk mengecek berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung kesiapan desa wisata digital.

Desa Kandri yang berada di Kecamatan Gunungpati, Semarang, sudah ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2012 melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang Nomor 690/2011 tahun 2012.

“Spot-spot foto menarik seperti ini memang penting sebagai penarik wisatawan. Ada survei yang menyebutkan bahwa dua sepertiga wisatawan tertarik datang ke sebuah tempat karena lokasinya `instagrammable`,” katanya.

Ia mencontohkan Kampung Pelangi yang berada di kawasan Gunung Brintik Semarang yang banyak didatangi wisatawan yang ingin berswafoto di banyak spot menarik dengan pemandangan rumah berwarna-warni.

Setelah Kampung Pelangi, kata dia, Desa Wisata Kandri selanjutnya akan fokus digarap sebagai desa wisata digital untuk mendorong sektor pariwisata.

“Alhamdulillah, spot-spot foto yang ada di Desa Kandri ini diinisiasi sendiri oleh masyarakat. Berarti kelompok sadar wisata (pokdarwis)-nya berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut dia, potensi Desa Kandri dikembangkan sebagai desa wisata digital untuk berswafoto didukung dengan topografinya yang unik di perbukitan, apalagi ada Waduk Jatibarang.

“Setelah Kampung Pelangi sukses, saya rasa selanjutnya Desa Wisata Kandri ini juga bisa didorong. Ini sejalan dengan upaya kami dengan Kementerian Pariwisata mengembangkan wisata digital di Indonesia,” katanya.

Hendi menambahkan sekarang ini yang diperlukan adalah ide-ide kreatif untuk mengemas keunikan topografi yang ada di Desa Kandri sebagai spot foto semenarik mungkin.

Pada kesempatan itu, Wali kota juga meresmikan 138 homestay yang ada di Desa Kandri yang sudah dilengkapi dengan fasilitas jaringan Wi-Fi gratis yang bisa dinikmati wisatawan. (Bj/El)