Home Kesehatan Della Kurnia Balita yang Lumpuh Akibat Pertumbuhan Tulang Lambat

Della Kurnia Balita yang Lumpuh Akibat Pertumbuhan Tulang Lambat

697
Della Kurnia (5) balita asal dukuh Kranggan RT 001/RW 010, Nglurah, Tawangmangu mengalami keterlambatan pertumbuhan tulang.

Karanganyar, 8/5 (BeritaJateng.net) – Della Kurnia (5) balita asal dukuh Kranggan RT 001/RW 010, Nglurah, Tawangmangu kedua tangan dan kakinya mengalami kelumpuhan yakni kaku dan tidak bisa ditekuk.

Della merupakan kelima dari enam bersaudara putri dari Tumiyem (38) dan Mardi (almarhum). Suaminya Mardi, meninggal dua tahun lalu karena sakit.  Mardi meninggal setelah Tumiyem melahirkan anak keenamnya. Anak terakhirnya terpaksa diasuh oleh familinya.

Kondisi Della sungguh memprihatinkan. Saat kecil kepalanya membesar dan terserang demam tinggi berkali-kali bahkan saat umur dua tahun mengalami kejang.  Beberapa kali berobat namun tidak ada hasilnya.

“Saat ini hanya bisa tiduran saja. Tangan dan kakinya kecil dan terasa kasar,” paparnya saat ditemui, Minggu (8/5/2016).

Tumiyem mengaku jika Della pernah diperiksa oleh Dokternya Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah). Setelah diberikan obat sekarang agak membaik. Dulu tangan dan kaki kaku, rkdaknbisa diluruskan hanya menekuk saja. hanya nekuk saja.

Sekarang tangan dan kaki Della sedikit lemas. Badanya juga sudah tidak dingin lagi seperti dulu. Sebenarnya dari puskesmas menyarankan agar Della mendapatkan terapi. Namun karena keterbatasan biaya Tumiyem tidak meneruskan pengobatannya.

Untuk melemaskan otot kaki dan tangan Della setiap hari pijat pakai minyak setiap pagi sebelum mandi. Sampai akhirnya diperiksa oleh dokter pribadi Ganjar Pranowo.

Selama ini Tumiyem hidup dengan seadanya mengandalkan upahnya sebagai buruh di sebuah konveksi di dekat rumahnya. Praktis semua tanggung jawab saat ini ada di pundak Tumiyem. Selain itu setiap hari Minggu Tumiyem juga mencari rekeki sengan berjualan tanaman hias. Hasil yang didapatnya jauh dari kata cukup.

“Rumah ini milik orang yang baik hati. Saya boleh tinggal gratis tidak membayar sepeserpun juga,” jelas Tumiyem.

Untunglah anak pertamanya sudah bekerja. Anak keduanya kelas 9 di SMP Amal Mulya Tawangmangu. Anak ketiga kelas 6 dan anak keempat kelas 2 di MI Amal Mulya Tawangmangu. (Bj24)

Advertisements