Home Hukum dan Kriminal Delapan Perampok Lintas Propinsi Asal Lubuk Linggau Ditangkap

Delapan Perampok Lintas Propinsi Asal Lubuk Linggau Ditangkap

Semarang Selatan-20150707-00984
Semarang, 7/7 (BeritaJateng.net) – Ditreskrimum Polda Jateng berhasil meringkus delapan orang perampokan spesialis nasabah bank lintas Provinsi asal Sumatra.

Modus para pelaku melakukan aksi  modus lama yakni dengan memecah kaca mobil korban menggunakan cincin yang terbuat dari lapisan baja. 

Mereka yakni Muhamad Zaini als Adam Sayadi (44) warga Komplek Lestari Permai Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung Kabupaten Oki, Muhamad Ibrahim (33) warga Jalan Kemang No 48 Kelurahan Waterpang RT 7 Lubuklinggau Timur, Ibrahim Samad (30) warga Jalan Purbasari Dalam 2 No 126 Cimahi Utara, Sonny Velly (33) warga Menteng Wadas Utara No 10 RT 2 / 11 Pasar Manggis Jakarta Utara, Dodi Irawan (40) warga Kp Cigentur RT 2 RW 7 Kecamatan Cikalong, Bandung Barat, Andri Saputra (17) Kp Sigentur Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat, Deka Rizki Pangestu (35) Cigadung Raya No 100B Bandung, Asep Tatang (22) Komplek Pemda No A1 Cimahi Tengah.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Liliek Darmanto mengatakan para pelaku ini melakukan aksinya terbilang sangat nekat karena saat mengeksekusi selalu rapi.

“Para pelaku ini sudah merencanakan terbukti mereka selalu berkoordinasi saat eksekusi korbannya,” katanya.

Liliek menambahkan tersangka ini diketahui melakukan aksi pencurian dengan pemberatan dengan lokasi di Pekalongan dengan sasaran modus memecahkan kaca mobil.

“Mereka ini menyasar memecah kaca mobil nasabah bank yang mengambil uang dalam jumlah besar tanpa pengawalan,” imbuhnya.

Dikatakan bahwa pelaku ini sangat unik karena identitas diduga dipalsukan semua bahwa semua kebanyakan asli Sumatra. 

“Mereka semua komplotan Sumatra Utara sangat unik. Data KTP semua dipalsukan dengan rata-rata alamat Bandung dan Jakarta,” imbuhnya.

Sementara itu direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Gagas Nugraha mengungkapkan untuk bisa cepat melancarkan aksinya para pelaku ini selalu membagi tugas melakukan pengamatan terhadap calon nasabahnya yang tidak dikawal.

“Semua rencana sudah diamati. Mereka menempatkan 2 orang mengamati didalam Bank, 4 orang diluar bank, dan 2 eksekutor,” tuturnya.

Usai mendapat sasaran nasabahnya seorang komplotan yang bertugas didalam Bank langsung membuntuti korban dengan mengontak temannya yang diluar untuk mengeksekusi.

“Jadi setelah mengetahui calon korbannya bawa uang tanpa pengawalan, pelaku langsung mengontak temannya untuk segera membuntuti,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gagas menjelaskan mengetahui mobil korban berhenti dipinggir jalan lalu, seorang eksekutor langsung turun dengan berpura-pura menanyakan alamat.

“Disitulah korban merasa dialihkan perhatiannya dengan mengeksekusi memecahkan kaca mobil dan mengambilnya uang Rp100 juta,” jelasnya.

Setelah berhasil mengambil uang tersebut, para pelaku langsung membagi hasil perampasan.

“Hasil rampasan uang Rp100 juta sudah dibagi rata, dan diketahui masih sisa Rp10juta,” lanjutnya.

Sementara itu pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap satu orang DPO.

“Kami akan kembangkan, kemungkinan komloptan ini beraksi di tempat lain, dan masih kejar satu DPO yang diduga reidivis,” pungkasnya.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti tiga cincin terbuat dari baja bermata tajam, satu unit Yamaha Jupiter MX D 3752 FJ, Yamaha Xeon E 5878 JT,  Yamaha Vixion. F 3605 JT, Revo G 2378 BF, uang sejumlah Rp7.800.000 hasil sitaan.(BJ04)