Home Lintas Jateng DED Revitalisasi Pasar Johar Libatkan Banyak Stakeholder

DED Revitalisasi Pasar Johar Libatkan Banyak Stakeholder

Pemaparan DED Revitalisasi Pasar Johar.

Semarang, 17/6 (BeritaJateng.net) – Revitalisasi Pasar Johar pasca terjadinya kebakaran, saat ini memasuki tahap pembahasan Detail Engineering Design (DED). Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP), Kamis (16/6) kemarin mengundang sejumlah ahli untuk diminta memberikan masukan.

“Ini baru kali pertama dilakukan. Makanya kami sebut dengan kick off meeting. Harapannya, banyak masukan dari berbagai pihak dalam pembangunan pasar Johar yang baru,” ungkap Kepala DTKP Kota Semarang, Agus Riyanto di Gedung Moch Ihsan Komplek Balaikota Semarang.

Ia menjelaskan, beberapa pihak yang diundang dalam kesempatan itu antara lain DPRD Kota Semarang, Dewan Pertimbangan dan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang, Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Semarang, Balai Konservasi Nasional, dan Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang. “Pembangunan ini bersifat menyeluruh. Jadi tidak hanya pasar Johar saja, tetapi kawasan Pasar johar meliputi ruang parkir, heritage, dan ruang publik lainnya,” imbuhnya.

Agus menilai, kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali saja. Tetapi berkali-kali untuk mendapatkan hasil keputusan yang benar-benar sesuai keinginan masyarakat. “Target kami, 2017 sudah dimulai pembangunan. Rencananya akan memakai model tahun jamak (multi years),” katanya seraya memperkirakan total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 600-700 miliar.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat membuka acara tersebut menilai bahwa pertemuan itu sebagai langkah maju dalam rangka akselerasi revitalisasi Pasar Johar. Dengan mengumpulkan para ahli, ia optimistis program tersebut dapat tercapai sesuai yang diinginkan.

“Seperti diketahui, pasar Johar dulu merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara yang saat ini masuk cagar budaya. Kami berharap dalam pembangunan Johar nanti bisa mewujudkan seperti dulu atau minimal mendekati,” paparnya.

Hal tak jauh beda diungkapkan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi. Ia mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut lantaran melibatkan seluruh stakeholder terkait. Ia optimistis hasil diskusi tersebut menghasilkan kajian yang benar-benar diharapkan warga Kota Semarang.

“Kalau bisa cukup satu anggaran, kenapa harus multi years? Namun jika tidak bisa, maka tidak masalah. Kami akan terus kordinasi dengan Pemkot bagaimana mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan (pemerintah) Pusat,” tandas politikus PDI Perjuangan itu. (Bj05)