Home Lintas Jateng Debit Air Tanah Berkurang Tiga Persen Tiap Tahun

Debit Air Tanah Berkurang Tiga Persen Tiap Tahun

image

Jepara, 22/6 (Beritajateng.net)  –  Debit air tanah di seluruh sumur produksi milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara berkurang sekitar tiga persen tiap tahun. Dengan kenyataan ini, proyek pemanfaatan air permukaan diharapkan bisa secepatnya dijalankan.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Jepara, Prabowo, Senin (22/6). Menurutnya, dengan volume yang ada, serta terus menurunnya debet tersebut, diperkirakan sumur akan kering dalam waktu 15 tahun mendatang.
 
“Tapi itu hanya perhitungan statistik. Hal itu juga dipengaruhi oleh alam atau gerakan di dalam tanah, serta kesadaran masyarakat yang gencar melakukan penghijauan. Keadaan mungkin tak akan separah itu,” papar Prabowo.
 
Semakin surutnya persediaan air  tanah tersebut disebabkan makin sedikitnya daerah resapan air di hulu maupun hilir. Air lebih banyak mengalir di permukaan dari pada meresap ke dalam tanah.
 
Selain itu, sumur yang dimiliki PDAM rata-rata sudah cukup lama. Rata-rata sumur sudah dibor sejak 10 hingga 20 tahun yang lalu. Menurutnya, kondisi ini membuat ketersediaan air bersih kian sulit, mengingat pelanggan juga kian bertambah.
 
Untuk itu, kedepan Prabowo, PDAM akan mengandalkan air permukaan. Dalam waktu dekat ini, regionalisasi DADI Muria akan dilaksanakan. PDAM Jepara akan mendapatkan pasokan air dari Bendungan Kelambu di Waduk Kedung Ombo Kabupaten Grobogan.
 
Air akan disalurkan dari bendungan menggunakan pipa melewati Purwodadi, Kudus dan Jepara. Di Jepara, instalasi akan dibangun di Kecamatan Mayong. Air tersebut akan disalurkan ke rumah penduduk di Kecamatan Mayong, Nalumsari, Welahan dan Kalinyamatan.
 
“Dimungkinkan air tersebut bisa disalurkan di luar empat kecamatan tersebut. Kami akan membuat resefoar di Kecamatan Pecangaan. Agar air bisa mengalir deras ke rumah warga, dalam instalasi pengolaan tersebut kan dipasang pompa untuk mendorong air,” kata dia.
 
Saat ini PDAM telah menyiapkan Detail Enginering Desain (DED). Proyek direncanakan akan dimulai pada 2017 nanti.
Selain itu, PDAM Jepara melirik bekas liran sungai Banpangan untuk dijadikan embung. Bekas aliran sungai sepanjang lebih kurang 500 meter, lebar 20 meter dengan kedalaman 3 meter itu diperkirakan mampu mengalirkan air 50 liter/detik.
 
“Jumlah itu lebih banyak dari aliran yang dihasilkan dari satu sumur PDAM,” imbuhnya. (BJ18)