Home Headline Datangi Kantor Partai Bersenjata Laras Panjang, Polisi Dinilai Over Acting

Datangi Kantor Partai Bersenjata Laras Panjang, Polisi Dinilai Over Acting

SEMARANG, 6/5 (beritajateng.net) – Dalam dua hari ini Partai Gerindra Jateng merasa dibuat tidak nyaman atas kedatangam sejumlah personel Brimob bersenjata laras panjang di kantor partai. Jumat Kantor DPC Kota Semarang jadi sasaran, sementara Sabtu pagi giliran Kantor DPD di Jln Kanguru Raya Semarang diperlakukan sama.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng Sriyanto Saputro mengatakan, pihaknya tidak alargi dengan kehadiran aparat di kantornya karena selama ini juga sering menerima tamu termasuk polisi. Bahkan setiap ada kegiatan yg menghadirkan massa selalu memberi tahukan ke polisi. Namun dengan kedatangam polisi bersenjata laras panjang secara tiba2 mengesankan ada masalah di partainya.

“Seperti memburu teroris saja,” katanya menyesalkan.

Sriyanto yang juga anggota Komisi A DPRD Jateng ini mempertanyakan SOP pihak aparat terkait dengan pengamanan jelang Pilgub. Ketika itu berupa patroli rutin demi keamanan apakah personel dilengapi surat tugas dan apakah harus bersenjata laras panjang seperti itu?

“Ini over acting. Dengan cara tersebut justru mengesankan suasana mencekam jelang pilgub padahal sejatinya kondusif alias adem ayem,” katanya.

Pertanyaannya apakah semua kantor partai diperlakukan sama? Kalaupun iya, menurutnya cara tersebut tidak tepat. Sriyanto juga heran dalam dua hari ini beredar kabar jika Minggu besok akan ada pengerahan massa di CFD sekitar Simpanglima Semarang dg mengenakan kaos #2019 Ganti presiden hingga sejumlah DPC bahkan DPC Gerindra didatangi aparat menanyakan hal itu.

Bahkan beredar WA beranting seolah Pak Prabowo akan hadir. WA tersebut dipastikan hoax karena Gerindra tidak mengadakan kegiatan tersebut. apalagi Minggu 6 Mei posisi Pak Prabowo di Pasuruan Jatim acara apel laskar dalam rangkaian Prabowo Menyapa Warga Jatim.

“Kita tidak menginstruksikan kegiatan CFD. Kita fokus pemenangan Sudirman-Ida dalam Pilgub 2018,” bebernya.

Sriyanto meminta aparat profesional dan netral di tahun politik ini dan tidak menjadi alat politik pihak2 tertentu.

(NK)

Advertisements