Home News Update Datang Yuk Ke Pameran Batu Merentang Jaman Museum Ranggawarsita

Datang Yuk Ke Pameran Batu Merentang Jaman Museum Ranggawarsita

Pembukaan pameran
Pembukaan pameran
Pembukaan pameran

Semarang, 19/05 (BeritaJateng.net) – Provinsi Jawa Tengah kaya akan budaya dan kekayaan alam termasuk batu dan mineral yang tersebar di Jawa Tengah dengan berbagai variasi. Masa Pra Sejarah sudah menggunakan bahan-bahan batu. Batu menjadi bagian pemujaan pada leluhur.

Batu dan mineral mempunyai peran penting sebagai sarana kebudayaan. Salah satunya yang dilakukan Museum Jawa Tengah Rangga Warsita menggelar pameran yang menggabungkan masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang melalui pameran.

Pameran bertajuk ‘Pameran Tematik Batu Merentang Jaman Museum Jawa Tengah Ranggawarsita’ dibuka oleh Kepala Bidang Kesejarahan dan Kepurbakalaan, Drs. Djoko Nugroho Witjaksono, MA di Auditorium Museum Ranggawarsita.

Menurut Djoko, batu bisa menjadi alat diplomasi, pemersatu serta menghapus ketegangan antar suku dengan pembicaraan santai, mengangkat tema batu akik, misalnya.

Acara pembukaan pameran, dimeriahkan dengan pertunjukan Tari  Gambang Semarang, oleh empat putri cantik, yaitu Dhuhita Ghassanizada dari  SMA N 3 Semarang, Intan Nuraini Karunianing tyas dari SMA N 7 Semarang, Esa Kartika Putri dari SMA N 16 Semarang dan Diana Nur Pratiwi dari SMP N 1 Semarang.

Ketua panitia penyelenggara pameran, Drs. Suhartono, M. Pd, menjelaskan pameran ini diadakan dalam rangka pelaksanaan program tematik tahunan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita.

Ia menjrlaskan, guna memberi wacana, edukasi, budaya diapresiasi secara luas oleh masyarakat. Maksud diadakan pameran, untuk sarana promosi museum sebagai tempat dan sumber inspirasi bagi siapapun dalam rangka proses kultural dalam merespon fenomena batu yang sedang merebak.

“Pameran ini menceritakan batu dalam konteks riil ada dua, yaitu batu yang memberi kemanfaatan dan estetik serta fungsi secara psikologis berupa batu yang dipahat,” imbuhnya.

Kepala Museum, Steven Timisela, SH., M.Hum mengatakan, masyarakat tidak hanya melihat namun juga diedukasi dalam konteks kekinian, museum tidak menjual, kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi.

Menurutnya, museum terlibat dengan komunitas dalam upaya pelestarian kemanfaatan, seperti Semarang Community Gemstone.

Ada pula Agus Suhardi yang biasa dipanggil Mbah Lilik, karena pada waktu masih kecil menemukan batu Naga Suwi, maka dinamakan Lilik Naga Suwi. Kontribusinya dalam pameran, ikut memamerkan batu-batu yang ditemukannya, seperti Batu Fosil Mollusca ditemukan di sekitar Goa Kreo beberapa hari lalu. Menjual batu olahannya sendiri.

Bukan hanya itu, sebanyak 32 peserta pameran juga hadir memenuhi Pendapa Museum Jawa Tengah Ranggawarsita. Pameran digelar dari tanggal 19-22 Mei 2015 mulai pukul 08.00 – 20.00 WIB. (MG-1)