Home News Update Dana Pilkada Belum Jelas, Pembahasan APBD 2015 Terganjal 

Dana Pilkada Belum Jelas, Pembahasan APBD 2015 Terganjal 

Ilustrasi

Blora,24/12 (Beritajateng.net) – Pengangaran dana Pilkada Kabupaten Blora yang sampai saat ini belum diputuskan membuat pembahasan anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) 2015 terkendala. Usalan dana dari Panwaslu dan KPU yang cukup besar menjadi masalahnya.

”Belum ada titik temu. Sebab, usulan dana pilkada dari KPU dan Panwaslu cukup besar,” kata anggota Komisi A DPRD Siswanto, Rabu (24/12).

Menurut ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRD tersebut, usulan dana pilkada dari KPU mencapai Rp 22,8 miliar. Sementara dana yang diusulakan dari Panwaslu sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan keuangan yang dimiliki daerah sangat terbatas.

”Selain dana pilkada, DPRD dan pemkab dipusingkan dengan pengalokasian ADD. Sebab, sesuai aturan, ADD dipatok 10 persen dari DAU yang diterima pemkab,” jelas Siswanto.

Lenih lanjut Siswanto menjelaskan, untuk dana pilkada tahun depan saat ini belum mencukupi. Sebab, dimungkinkan dalam APBD yang sedang dibahas, dana pilkada baru bisa diplot sekitar Rp 17 miliar.

”Masih kurang cukup banyak. Harapannya, kekurangan itu bisa dipenuhi nanti dalam APBD perubahan,” terang Siswanto.

Ketua KPU Arifin membenarkan, jika pihaknya tetap mengusulkan dana pilkada sebesar Rp 22,8 miliar. Meski aturan dan pelaksanaan pilkada masih belum jelas, namun ada instruksi dari KPU pusat untuk tetap berkoordinasi dengan pemkab, terkait pilkada. Salah satunya soal anggaran.

”Usulan itu sudah dipangkas cukup banyak. Salah satunya karena jumlah TPS jauh berkurang, dibanding saat pileg dan pilpres lalu. Anggaran yang diusulkan memang sesuai kebutuhan,” ucapnya.(vr/ss)