Home Ekbis Dampak PPKM, Harga Terong Petani di Blora Anjlok

Dampak PPKM, Harga Terong Petani di Blora Anjlok

BLORA, 29/7 (BeritaJateng.net) Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Blora.

Harga terong di tingkat petani anjlok drastis dari Rp150.000 per karung menjadi Rp30.000 per karung.

Anjloknya harga terong itu dirasakan oleh salah satu petani terong di Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Antok Setyo Utomo.

Ia mengaku sudah lima bulan menanam terong di lahan seluas ¼ hektar. Tanaman kini tinggal memetik hasilnya.

“Tapi semenjak PPKM darurat, harga terong yang sudah siap panen turun drastis,” kata Antok Setyo Utomo, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya harga terong anjlok akibat pembatasan jam operasional pasar, sehingga proses jual beli terbatas. Dirinya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir dan perekonomian normal kembali.

Sementara, Istri Bupati Blora, Ainia Shalichah saat meninjau tanaman terong petani berjanji akan menyampaikan persoalan itu ke bupati.

“Saya ingin terong bisa dijadikan berbagai olahan agar bisa mendongkrak harga jualnya,” kata Ainia Shalichah.

Dirinya juga berharap status Kabupaten Blora bisa turun ke PPKM level 2 Covid-19. Dengan demikian, situasi perekonomian bisa lancar dan kehidupan menjadi normal. (Her/El)