Home Hiburan Dampak Lalu Lintas Penyebab Ditolaknya Trans Studio

Dampak Lalu Lintas Penyebab Ditolaknya Trans Studio

trans studio-2

Semarang, 6/4 (BeritaJateng.net) – Wacana dibangunnya Trans Studio Semarang di kawasan Taman Budaya Raden Saleh disayangkan Pengamat transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Djoko Setijoewarno. Pasalnya, dampak pembangunan terhadap lalu lintas khususnya di tengah kota Semarang dianggap kurang baik.

“Kita ambil contoh Trans Studio Bandung, yang dibangun di tengah kota, dampak pembangunan terhadap lalu lintas sungguh membuat prihatin, kemacetan jadi masalah utama dan orang menghindari jalan yang padat di area tersebut. Apalagi di Semarang?,” ungkapnya.

Menurutnya, kepadatan lalu lintas di jalan Sriwijaya dengan kondisi jalan yang sudah padat di jam-jam tertentu, kemudian nanti kalau dibuat empat lajur pun, harus ada biaya lagi.

“Apabila nantinya, akan dilakukan pelebaran jalan di kawasan tersebut, paling tidak juga butuh biaya cukup besar untuk pembebasan lahan,” ujar Djoko.

Djoko menyatakan Pemerintah Kota Semarang untuk merencanakan kembali pembangunan Trans studio di kawasan TBRS. Pihaknya menyarankan untuk memanfaatkan lahan luas milik PT KAI atau daerah pinggiran.

“Trans Studio itu tidak harus di Semarang, bisa di daerah tetangga-tetangga Kota Seamarang ini, seperti Kendal, Demak, Ungaran atau Grobogan, agar perekonomian merata,” katanya.

Kalau Semarang mau berbagi, lanjut Djoko, perekonomian bisa merata, toh hotel-hotel pasti tetap laris, yang penting aksesbilitas transportasinya.

“Mengapa investor memilih lokasi di TBRS, karena mereka berpikir diluar Semarang siapa mau kesana, gak ada jaminan transportasi umum.  Jadi yang penting transportasi di sediakan, pasti akan dilirik Investor nantinya,” imbuhnya. (BJ05)