Home Hukum dan Kriminal DAK Bohong, Saat Penyidik Menyuruh Menunjukkan Tempat Ngeprin Berkas Bilyet Palsu Pemkot

DAK Bohong, Saat Penyidik Menyuruh Menunjukkan Tempat Ngeprin Berkas Bilyet Palsu Pemkot

image

Semarang, 10/7 (Beritajateng.net)-Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Semarang terkesan dibohongi oleh tersangka Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK).

DAK tampak bingung ketika petugas menyuruh menunjukan lokasi pembuatan surat palsu dan bilyet palsu disejumlah rental komputer di kawasan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Jumat (10/7) sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi Mantan karyawan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Semarang disuruh menunjukan sejumlah lokasi tempat pembuatan hingga sempat berputar-putar di Jalan Arjuna dua kali dan mendatangi satu warnet dan fotocopy dekat sebuah kampus swasta tersebut. Saat disuruh menunjukan tapi Diah tak menemukan tempat yang digunakan untuk mengeprin surat.

“Benar pak saya mengeprinnya di sekitar sini (Jalan Arjuna-Red). Saya tidak bohong,” katanya kepada petugas.

Tak menemukan lokasi untuk ngeprint, petugas kemudian, mendatangi rental Inoedesign print-copy-design di Jalan Arjuna No 34 Semarang. Disana tersangka (DAK-Red) juga masih lupa dengan tempatnya.

Petugas yang mengecek dua lokasi yang dicek tidak diketahui membuat ataupun mengeprint dan menggandakan berkas sertifikasi deposito pemkot.

“Kita sudah kroscek semua petugas rental. Mereka semua bilang tidak menerima orderan copyan deposito Pemkot. Jadi tersangka ini bohong,”ujar petugas saat menanyakan ke DAK.

Kuasa Hukum Dyah Prayitno mengatakan pihaknya mengikuti arahan penyidik Tipikor Polrestabes Semarang untuk mencocokkan antara hasil pemeriksaan di lapangan.

“Kita hanya mendampingi dan mencocokkan keterangan di BAP (berita acara pemeriksaan) di lapangan,”pungkasnya.(BJ04)