Home Lintas Jateng Daerah Rawan Bencana, Wonogiri Jadi Tuan Rumah Pembekalan Siaga Bencana

Daerah Rawan Bencana, Wonogiri Jadi Tuan Rumah Pembekalan Siaga Bencana

Peserta pelatihan penanggulangan bencana berlatih menggunakan alat water treatment.
Peserta pelatihan penanggulangan bencana berlatih menggunakan alat water treatment.
Peserta pelatihan penanggulangan bencana berlatih menggunakan alat water treatment.

Wonogiri, 28/7 (BeritaJateng.net) – Tingkat kerawanan bencana di Kota Gaplek dinilai sangat tinggi, karenanya butuh kesiapsiagaan dan keterampilan mumpuni yang wajib dimiliki para relawan.

Pelatihan penanggulangan bencana yang digelar oleh BPBD Jateng kerjasama dengan BPBD Wonogiri pada Selasa (28/7) di Alun-alun Giri Kridha Bakti Wonogiri, diikuti oleh elemen masyarakat yang terdiri dari Forum Pengurangan Resiko Bencana dan Relawan dari beberapa instansi terkait.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Wonogiri Bambang Haryanto, mengakui Wonogiri rentan bencana alam, mulai dari tanah longsor, kekeringan, puting beliung dan juga banjir.

“Kemiringan tanah di Wonogiri mencapai 30 hingga 45 derajat, jadi potensi tanah longsor sangat tinggi, terutama saat musim hujan,” sebutnya.

Di lain hal, dirinya mengungkapkan kekeringan yang sudah menjadi langganan tahunan di Wonogiri menjadi perhatian khusus BPBD. Pihaknya mengklaim selama ini telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi kekeringan.

“Jangka pendek kita lakukan dropping air ke wilayah yang membutuhkan, upaya lain dengan pemanfaatan sumber air,” terang mantan Camat Selogiri.

Untuk penyediaan air bersih, lanjut dia, para relawan juga dilatih menggunakan alat water treatment. Ada dua fungsi sekaligus dalam satu alat water treatment, pertama untuk filter air siap minum dan juga penyediaan air bersih.

“Kami telah meminta pemerintah kecamatan maupun desa untuk melihat potensi telaga yang bisa dimanfaatkan. Yang jelas dalam waktu dekat akan kami coba (menggunakan alat water treatment) tersebut,” tuturnya.

Pelatihan penanggulangan bencana melibatkan ratusan personil yang merupakan gabungan relawan dari TNI, POLRI, aparat kecamatan dan desa serta elemen masyarakat lainnya yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana.

Ada lima materi pelatihan yang disajikan yakni pendirian dapur umum, bongkar pasang tenda, water treatment, SAR dan evakuasi. (BJ09)