Home News Update Cuaca Extrim, BPBD Jateng Intruksikan Masyarakat Waspada dan Berhati-hati

Cuaca Extrim, BPBD Jateng Intruksikan Masyarakat Waspada dan Berhati-hati

Sejumlah warga bekerja bakti, menanggulangi longsor di Desa Bondoharjo, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (15/11/2016) sore.

SEMARANG, 15/11 (BeritaJateng.net) – Sejumlah wilayah di Jawa Tengah mengalami bencana akibat hujan lebat disertai angin kencang, seperti yang dialami di daerah Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebuah tebing longsor di Desa Bondoharjo, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (15/11) sore, tebing setinggi 25 meter, lebar 20 meter, longsor hingga material longsor setinggi 1 meter menimpa tembok rumah.

Rumah yang tertimpa material longsor, milik Saryan, 30 th, beranggotakan keluarga 2 jiwa. Tim yang melakukan pengecekan ke lokasi mahkota longsor, menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tidak ada kerusakan bangunan yang terjadi.

Menurut kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana, ditemukan adanya retakan tanah selebar 30 cm, panjang -+ 100 m, serta ada beberapa bagian yanh sudah amblas sepanjang -+ 10 m dengan kedalam 1 m. Melihat kondisi tersebut, kemungkinan adanya longsor susulan yang mengancam 3 rumah dari 3 KK.

“Saya menghimbau kepada semua masyarakat tidak terkecuali, untuk berhati-hati sebab beberapa hari kondisi cuaca extrim. Selain itu, dihimbau untuk berhati-hati jika melintas di jalan, pada saat terjadi hujan disertai angin, untuk dapat berlindung menepi di beberapa tempat aman. Diperkirakan puncaknya terjadi pada bulan Januari dan Februari, cuaca akan berubah total. Bila terjadi bencana apapun, agar segera menghubungi petugas BPBD, SAR, PMI atau kepala wilayah setempat, agar segera dibantu,” ujar Sarwa Pramana.

Tim menghimbau, untuk sementara waktu mengungsi bilamana hujan masih turun terus menerus. Dan tetap waspada. Bagi masyarakat yang berdomisili dekat dengan bantaran sungai, dihimbau untuk memantau ketinggian air.

“Amati tanggul yang kritis untuk antisipasi jangan sampai jebol dan segera lapor aparat bagi yang domisili di daerah rawan longsor. Seperti perbukitan, saat hujan turun secara extrim, agar mengungsi di tempat tetangga atau tempat yang lebih aman dari kemungkinan bencana,” ungkapnya. (Bj 03)

Advertisements