Home Lintas Jateng Cuaca Ekstrem, Wakil Walikota Larang Kampus dan Sekolah Gelar Kegiatan Outdoor

Cuaca Ekstrem, Wakil Walikota Larang Kampus dan Sekolah Gelar Kegiatan Outdoor

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau penyisiran sungai di jembatan Pleret Banjir Kanal Barat.

Semarang, 10/10 (BeritaJateng.net) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melarang kampus dan sekolah untuk menggelar kegiatan “outdoor” sementara seiring kondisi alam belakangan ini.

“Saya sudah meminta sekretaris daerah (sekda) mengirimkan surat edaran (SE) kepada kalangan perguruan tinggi untuk meniadakan sementara kegiatan semacam itu,” katanya di Semarang.

Hal itu diungkapkan Ita, sapaan akrab Hevearita di sela memantau pencarian seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang hanyut terseret arus sungai saat mengikuti kegiatan mapala.

Ia menjelaskan kondisi cuaca belakangan ini memang tergolong ekstrim dan tidak bisa diprediksi sehingga sebisa mungkin untuk menghindari kegiatan-kegiatan alam di air atau berdekatan dengan sungai.

“Tidak hanya kepada kalangan mahasiswa, anak-anak sekolah juga. Kondisi cuaca sekarang ini harus diwaspadai, seperti yang menimpa mahasiswa Unnes. Satu orang kan masih belum ditemukan,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Ita mengatakan kondisi Sungai Segoro, Gunungpati, yang menjadi rute kegiatan mahasiswa Unnes saat kejadian sebenarnya ketinggian airnya di bawah lutut.

Namun, kata dia, secara tiba-tiba air bah datang sehingga langsung menyeret sejumlah mahasiswa yang akan menyeberangi sungai sehingga harus waspada karena kondisi alam bisa berubah sewaktu-waktu.

Hujan terus menerus mengguyur Semarang beberapa waktu terakhir, kata dia, diikuti dengan angin kencang sehingga potensi bencana harus diwaspadai, seperti banjir hingga pohon tumbang.

Belum selesai pencarian terhadap mahasiswa Unnes yang hanyut itu, ia menyebutkan kejadian pohon tumbang juga merenggut korban jiwa, yakni di Jalan dr Sutomo, Semarang, Senin pagi.

Maka dari itu, ia kembali menegaskan imbauannya kepada seluruh masyarakat untuk waspada terhadap bencana, termasuk sebisa mungkin kegiatan yang berdekatan dengan atau berlokasi di sungai.

“(Kegiatan di sungai, red.) Bahaya, sementara ini jangan dulu. Kami juga imbau kepada seluruh masyarakat melalui lurah dan camat untuk menghindari kegiatan-kegiatan di sungai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Bambang Rudi mengatakan seluruh jajarannya terus meningkatkan kewaspadaan.

“Kami terus meningkatkan kewaspadaan seiring dengan cukup banyaknya kejadian dan bencana alam. Kondisi cuaca belakangan memang ekstrim. Makanya, kami selalu siap siaga,” pungkasnya. (Bj05)

Advertisements

Comments are closed.