Home Headline Cekcok, Istri Sirri Bunuh Suaminya

Cekcok, Istri Sirri Bunuh Suaminya

Tersangka dimintai keterangan polisi
Tersangka dimintai keterangan polisi
Tersangka dimintai keterangan polisi

Blora, 24/7 (BeritaJateng.net) – Warga Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Blora, tepatnya di kompleks lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) gempar. Pasalnya, di komplek tersebut ditemukan mayat yang diketahui bernama Marjono (36), warga Desa Blimbing, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Jajaran Reskrim Polsek Cepu menyatakan, Jono, begitu sang lelaki malang biasa disapa, menjadi korban pembunuhan istri sirinya, Herning (24), asal   Desa Botoh, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sehari-hari perempuan muda ini sebagai mucikari di komplek pelesiran hidung belang tersebut.

Kanit Serse Polsek Cepu, Ipda Wismo, menjelaskan, atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Lebih subsider pasal 358 KUHP karena ketidakhati-hatian sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

“Dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” jelasnya.

Mengenai motif pelaku, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan, dan penyelidikan.

Menurutnya, Korban tewas setelah mendapat tusukan di dada sebelah kirinya yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri, dan tergeletak bersimbah darah di lorong antara kamar di rumah pelaku.

Rumah tersebut terdapat empat kamar untuk para tamu. Nyawa korban tidak mampu diselamatkan mekipun telah dilarikan ke rumah sakit.

Wismo menjelaskan, kejadian berawal saat Marjono dan Herning terlibat pertengkaran mulut hingga kontak fisik di dalam salah satu kamar rumah tersebut.

“Pelaku mengambil pisau di atas lemari es yang biasa digunakan untuk mengupas buah,” katanya.

Dia menambahkan, mereka merupakan pasangan suami istri dengan nikah secara siri.

Dari terjadinya kontak fisik itu, lanjut Wismo, sempat terjadi saling berebut pisau yang kemudan menyayat perut korban.

“Akhirnya pisau barhasil direbut Herning lalu menusukkannya ke dada kiri korban,” ujarnya.

Dalam kondisi tak berdaya dan bersimbah darah, korban ke luar dari kamar hinggi akhirnya jatuh tertelungkup tak sadarkan diri di lorong.

Sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit, salah satu saksi sempat mendengar jatuhnya korban yang menimpa pintu kamar salah satu saksi.

“Saksi ke luar dan melihat korban dalam keadaan tak sadarkan diri dalam posisi tertelungkup bersimbah darah,” jelasnya.

Saksi spontan berteriak minta tolong kepada warga. Dalam keadaan tak sadarkan diri korban dilarikan ke rumah sakit. Pelaku juga ikut serta mengantarkan korban ke rumah sakit. Tidak lama kemudian terdengar kabar dari paramedis kalau korban telah meninggal dunia. (BJ31)