Home News Update Cegah Ugal-ugalan Pelajar, Bus Sekolah Disiapkan

Cegah Ugal-ugalan Pelajar, Bus Sekolah Disiapkan

Kasatlantas Polrestabes Semarang
Kasatlantas Polrestabes Semarang
Kasatlantas Polrestabes Semarang

Semarang, 18/2 (BeritaJateng.net)- Satuan Lalu-Lintas Polrestabes
Semarang berencana mensosialisasikan program Bus sekolah untuk mendukung transportasi siswa.

Program bus sekolah muncul guna menekan angka kecelakaan pada siswa, dan ugal-ugalan di jalan raya dalam berlalu-lintas.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Bhuana mengatakan,
pihaknya menargetkan bulan Maret 2015 segera terealisasi program
bus sekolah. Supaya nantinya tidak ada lagi siswa SMA naik motor di
Jalan.

“Kalau fasilitas bus sekolah berjalan, diharapkan tidak ada siswa memakai motor saat berangkat sekolah dan ugal-ugalan dijalan,” katanya saat ditemui, Rabu (18/2).

Dikatakan Kasat Lantas, untuk program trayek bus sekolah dapat terealisasi akan bekerja sama dengan Pemkot Semarang agar bisa memfasilitasi armada.

“Kita tetap akan usulkan kepada Walikota Hendrar Pihadi untuk armada bus BRT sekolah. Nanti kalau sudah berjalan dan direspon baik
masyarakat syukur-syukur armada ditambah,” tuturnya.

Sebelumnya dia juga akan mendatangi tiga sekolah di Semarang bertemu
dengan pihak kepala sekolah dan siswa.

“Mungkin minggu depan akan kita datangi sekaligus sosialisasikan di
SMA 3, SMA 5, dan SMA 1 untuk memberi masukan supaya tidak lagi siswa makai motor,” katanya.

Dengan cara mendatangi tempat sekolah, dia juga sekaligus mendata
tempat tinggal siswa untuk mengetahui dimana saja titik-titik armada yang harus disediakan untuk menjemput shelter bus berada.

“Jadi kalau sudah berjalan bus sekolah, cukup orang tua mengantarkan ke Shelter Bus untuk berangkat menuju sekolahan. Biaya cukup Rp 1.000 dengan demikian resiko kecelakaan kecil,” ungkapnya.

Pungky membeberkan, jika nanti teknis segera dijalankan, untuk pertama kali launching, pihaknya akan menguji jarak tempuh dari tempat shelter bus pemberangkatan ke sekolah.

“Untuk uji coba selama tiga hari nanti akan dikawal dengan mobil
Patwal untuk menentukan waktu jarak tempuh berapa jam,” jelasnya.

Dengan adanya program tersebut lanjut Kasat Lantas nantinya tidak ada siswa lagi pergi naik motor ke sekolah serta ugal-ugalan. Tetapi kalau masih melihat siswa naik motor, pihaknya tidak ada alasan menindak tilang siswa lagi.

“Rata-rata anak sekolah naik motor tidak punya SIM, dengan begitu
tidak ada alasan menindak tilang siswa lagi. Selain itu pihak sekolah juga praktis tidak harus menyediakan lahan parkir,” pungkasnya.(BJ04