Home News Update Cegah Tempat Ibadah Jadi Sasaran Kampanye Terselubung, KPU Solo Siapkan Materi Khusus

Cegah Tempat Ibadah Jadi Sasaran Kampanye Terselubung, KPU Solo Siapkan Materi Khusus

KPU berikan sosialisasi pada partai politik
        SOLO, 21/2 (BeritaJateng.net) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo sedang mempersiapkan materi khotbah untuk diteruskan para pemuka agama kepada para pengikutnya masing-masing. Baik di Masjid, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng.
        Penyebaran materi pemilu ditempat ibadah dilakukan KPU karena ada kekhawatiran dari otoritas pemilu, ada kampanye terselubung di tempat-tempat peribadatan yang dilakukan tiap-tiap tim kampanye masing-masling paslon di masa kampanye ini.
        “Kami berencana membuat materi khotbah. Nantinya, materi khotbah itu diteruskan ketiap-tiap pemuka agama,” papar Ketua KPU Surakarta, Agus Sulistyo, Rabu (21/2/2018).
        Menurut Agus, larangan kampanye ditempat ibadah ini sudah sesuai dengan pasal 69 Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2015.
        Serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perobahan Kedua atas UU No. 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi undang-undang.
        “Berdasarkan Pasal 69 huruf i para Paslon dilarang berkampanye dengan menggunakan tempat ibadah,” terangnya.
        Dalam aturan itupun, ungkap Agus, diatur sanksi terhadap Pasal 69 huruf i diatur dalam Pasal 187 ayat (3).
         Dimana, setiap orang yang dengan sengaja melanggar ketentuan larangan pelaksanaan kampanye pemilihan Bupati/Walikota, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 huruf g, huruf i, atau huruf j dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1(satu) bulan.
        Atau paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) atau paling banyak Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).
         “Berdasarkan Pasal 187 ayat (3) di atas, sanksi yang diatur atas pelanggaran melakukan kampanye pemilihan bupati/walikota di tempat ibadah sudah jelas dan final,” ungkapnya.
         Tak hanya tempat ibadah yang dilarang jadi lokasi kampanye, baik terselubung maupun terang – terangan. Tempat itu adalah pendidikan hingga area area tempat umum.
         Tahapan kampanye Pilkada serentak 2018 di Jawa Tengah sendiri sudah dimulai sejak Jumat 16 Februari 2018. Selain Pemilihan Gubenur, ada 7 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah yang juga ikut pilkada.(db/El)
KPU berikan sosialisasi pada partai politik