Home Headline Cegah Stunting, Pemkot Beri Nutrisi Tambahan Ibu Hamil di Semarang

Cegah Stunting, Pemkot Beri Nutrisi Tambahan Ibu Hamil di Semarang

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu memberikan susu dan nutrisi tambahan pada ibu hamil untuk mencegah stunting.

Semarang, 27/6 (BeritaJateng.net) – Nutrisi tambahan bagi ibu hamil dapat cegah resiko stunting pada bayi lahir. Salah satunya dengan konsumsi gizi tambahan berupa susu khusus bagi ibu hamil pada usia kehamilan semester dua dan tiga.

Program nutrisi tambahan bagi ibu hamil ini terus dijalankan di Kota Semarang, menyasar para ibu hamil di tiap kelurahan.

Bantuan nutrisi tambahan bagi ibu hamil diinisiasi oleh Rotary Club Semarang Kunthi dan Pemkot Semarang, di Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara.

“Di Kelurahan Kuningan bersama Rotary Club dan Pemkot Semarang serahkan bantuan susu bagi ibu hamil,” kata Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Balai SDN Kuningan 02 Semarang, Minggu.

Mbak Ita, sapaan wakil walikota menyebut, jika Kelurahan Kuningan menjadi salah satu dari 25 kelurahan dengan kasus stunting yang tinggi di Kota Semarang.

Untuk itu, pemberian nutrisi tambahan berupa susu bagi ibu hamil sangat penting bagi calon bayi yang sedang dikandung.

Apalagi kondisi ekonomi warga Kuningan terbilang kurang sehingga dikhawatirkan kurang pula dalam memperhartikan ketercukupan nutrisi bagi ibu hamil dan bayinya.

“Kelurahan Kuningan dengan kondisi ekonomi yang kurang maka ini sangat membantu ketercukupan pemenuhan nutrisi ibu hamil di sini,” katanya.

Mbak Ita menjelaskan, selain faktor kondisi ekonomi keluarga yang bisa sebabkan resiko stunting, faktor lainnya yakni pola asuh dan pernikahan usia muda.

“Banyak pekerja yang menitipkan anaknya untuk diasuh dan kadang kurang perhatian akan nutrisi anak, pernikahan usia muda juga tidak memperhatikan pemahaman badan serta pemahaman pernikahan,” katanya.

Tim Cegah Stunting Kota Semarang

Untuk itu, Kota Semarang saat ini membangun sistem Tim Percepatan Pencegahan dan Penanganan stunting berupa Rembug Cegah Stunting.

Tim akan bekerja dengan mengidentifikasi wilayah yang terjadi kasus stunting serta memetakan apa saja kebutuhan di setiap wilayah untuk penanganan kasus stunting.

“Melibatkan semua stakholdfer, dan akan kita maping dengan OPD jadi punya tanggungjawab tiap kelurahan,” katanya.

Sementara itu, Presiden Rotary Club Semarang Kunthi Hendrar Pengestining Dyah mengatakan, pemberian nutrisi tambahan susu bagi ibu hamil menyasar dua kelurahan yakni Kuningan dan Tanjung Mas.

Menurut data yang dia dapat, dua kelurahan tersebut banyak terjadi kasus angka stunting yang cukup banyak.

“Kita survei dan sebelum pemberian bantuan kita lakukan penyuluhan dulu pada ibu hamil tentang kondisi hamil itu seperti bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan,” katanya.

Ada 19 ibu hamil yang menerima bantuan nutrisi tambahan berupa paket susu ibu hamil selama proses hamil sampai melahirkan.

“Ini program 1000 hari kehidupan pertama, jadi kita lakukan pendampingan sampai bayi lahir hingga perlu mendapat nutrisi susu tambahan nantinya secara berkelanjutan,” katanya. (Ak/El)