Home Lintas Jateng Cegah Pengusaha Angkot Nakal, Anggota Paguyuban Didata Ulang

Cegah Pengusaha Angkot Nakal, Anggota Paguyuban Didata Ulang

image

Semarang, 25/6 (BeritaJateng.net) – Ketua Paguyuban Pengemudi Karangayu-Penggaron (PPKP) Perjuangan, Supriyadi menyatakan akan segera melakukan pendataan ulang terhadap anggota paguyuban untuk mencegah adanya oknum pengusaha angkot “nakal” yang mengoperasikan trayek tidak resmi.

“Saya sendiri kan kebetulan juga Ketua PPKP Perjuangan. Kami sudah lakukan pendataan awal dan terdata sebanyak 217 pengusaha angkutan kota yang beroperasi di trayek Karangayu-Penggaron,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang ini.

Hal tersebut diungkapkan Supriyadi usai pertemuan dengan para pengurus dan anggota Paguyuban Pengemudi Karangayu-Penggaron (PPKP) Perjuangan di Panti Marhaen Semarang.

“Pengusaha angkutan kota tersebut kan punya paguyuban-paguyuban. Dari sini (paguyuban, red.), bisa didata, berapa jumlah anggotanya yang resmi, dan sebagainya,” ujar politikus PDI Perjuangan itu di Semarang, Kamis (25/6).

Nantinya, kata dia, data tersebut akan dikroscek dan diklarifikasi dengan data yang dimiliki Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang agar benar-benar valid.

“Intinya, harus ada saling kroscek. Kami sudah lakukan pendataan awal dan sudah mendapatkan data jumlah anggota, sementara dari Dishubkominfo kan juga punya data. Nanti, akan dikroscek,” katanya.

Dari pendataan ulang itu, kata dia, nantinya akan diketahui apakah pengusaha angkutan kota mengoperasikan armadanya di trayek resmi atau ilegal, atau justru sekadar memenuhi formalitas saja.

Supriyadi mengakui keberadaan paguyuban untuk menaungi pengusaha dan sopir angkutan kota sangat penting sehingga langsung mengapresiasi keinginan dari para pengusaha untuk membentuk PPKP Perjuangan.

“Paguyuban ini sendiri sebenarnya sudah lama ada, namun sempat vakum. Ya, akhirnya dibentuk lagi dan saya ditunjuk sebagai ketuanya. Kalau ada paguyuban semacam ini kan lebih bagus,” katanya.

Selain itu, Supriyadi juga memprogramkan fasilitasi seragam bagi para pengemudi yang tergabung dalam PPKP Perjuangan agar lebih rapi, apalagi trayek tersebut beroperasi di tengah kota.

“Ini sudah dibagikan seragam. Nantinya, sopir angkutan kota harus mengenakan seragam ini agar lebih rapi dan tertib. Pengemudi liar juga akan mudah terdeteksi dengan adanya seragam ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Mitro, pengemudi angkutan kota jurusan Karangayu-Penggaron mengakui pentingnya keberadaan paguyuban untuk menampung berbagai keluhan dan masukan dari para pengusaha angkutan kota.

“Seperti, nanti armada akan ditandai agar tidak disusupi oleh angkutan kota baru yang tidak tergabung dalam paguyuban. Saya tadi sudah sampaikan masukan kepada paguyuban,” katanya. (BJ05)