Home Hukum dan Kriminal Cegah Kekerasan ke Ulama, Kapolres Blora Berjaga di Ponpes 

Cegah Kekerasan ke Ulama, Kapolres Blora Berjaga di Ponpes 

Cegah Kekerasan ke Ulama, Kapolres Blora Berjaga di Ponpes 
         BLORA, 22/2 (BeritaJateng.net) – Maraknya aksi kekerasan terhadap ulama, membuat jajaran polres Blora meningkatkan pengamanan terhadap sejumlah pondok pesantren (ponpes). Untuk memastikan keamanan tersebut, Kapolres Blora, AKBP Saptono  terjun langsung ke lapangan dan tidur di ponpes bersama para santri.
         Kapolres Blora yang didampingi Kasat Reskrim AKP Herry Dwi Utomo dan Kasat Intel Sutamso, menjelasakan kegiatan dalam rangka mencegah terjadinya intoleransi dari dari masyarakat, yang mungking saja bisa mengarah kepada para kyai maupun ustadz yang tinggal di pondok pesantren.
         Dengan keberadaan Polisi bersama para kyai dan ustadz diharapkan mampu memberikan rasa aman serta nyaman bagi penghuni pondok pesantren maupun lingkungan sekitarnya.
          “Menindak lanjuti perintah Kapolri, untuk menjalin silaturahmi dengan para ulama dan santri. Di sini, kami juga mengaji bersama para santri untuk menambah keimanan dan wawasan ilmu agama,” jelas AKBP Saptono Rabu malam (21/2/2018) di ponpes Al Alif kecamatan Tunjungan Blora.
          Kapolres sendiri baru pulang keesokan harinya usai sarapan bersama bersama santri.
         Pengurus ponpes KH Muh. Nasir mengaku senang dengan kehadiran Kapolres langsung di ponpesnya. Menurutnya, tidak hanya bangga dan bahagia, moment langka ini dicatat sebagai sejarah di Ponpesnya. Karena baru pertama ini seorang Kapolres sudi bermalam dengan kesederhanan berbaur dengan para santri.
         “Kami semua gembira, bahagia, bisa jagongan dan tidur bersama Kapolres,” ungkap pendiri Ponpes Al Alif, KH. Muh. Nasir
         Di Pondok Pesantren yang berlokasi sekitar 4,5 kilometer barat Kota Blora, Kapolres menyempatkan kumpul dan salat bersama para santri. Bahkan AKBP Saptono ikut tidur di atas lantai yang hanya berbalut karpet.
         K.H Muh Nasir menambahkan, santri yang sudah masuk dalam daftar pemilih Pilgub 2018 ada 102 orang. Untuk pemilih yang nantinya mencoblos di Pompes Al-Alif, lanjutnya, ada 30 orang, sehingga pihaknya akan urus persyaratannya. “Di Pilgub nanti, pengurus dan santri semua sepakat untuk netral,” kata Nasir.
(MN/El)