Home Headline Cari Tanaman Hias? Yuk Ke Kampung Flora di Wonolopo Semarang

Cari Tanaman Hias? Yuk Ke Kampung Flora di Wonolopo Semarang

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau sentra tanaman hias di Kampung Flora, Sumbersari, Wonolopo, Mijen, Semarang.

Semarang, 13/8 (BeritaJateng.net) – Kesamaan hobi memang tidak jarang bisa menemukan ide kreatif, termasuk minat warga dalam membudidayakan tanaman hias di pekarangan rumah warga yang ada di kampung Sumbersari, Wonolopo, Mijen, Kota Semarang.

Dari hobi tersebut, pecinta tanaman hias di Wonolopo itu akhirnya membangun secara bersama-sama destinasi wisata yang diberi nama kampung Flora.

Eko Susanto, Salah satu warga yang juga nerupakan Perintis Kampung Flora mengatakan, sentra tanaman hias kampung Flora mulai dirintis pertama kali pada tahun 2018 oleh 20 warga pecinta tanaman hias.

“Kami punya tujuan yang sama yakni mengembangkan wilayah Wonolopo jadi pusat tanaman hias di Kota Semarang,” kata Eko.

Dari tujuan tersebut, kini 20 persen warga telah sukses berjualan tanaman hias mulai dari tanaman dengan harga murah, seperti singading, prokot, sampai yang masuk jenis tanaman premium seperti adenium, hingga berbagai jenis bonsai.

Warga sumbersari pun kemudian meresmikan pasar kampung Flora pada bulan Oktober tahun lalu.

Selain dikemas dengan wisata berkeliling kebun dan dari rumah ke rumah. Pengunjung juga dapat membeli tanaman hias dari pembudidaya langsung.

“Dalam satu kampung itu menjual tanaman hias, sehingga ke depan kami berharap kampung Flora ini menjadi kampung wisata edukasi tanaman hias di Semarang,” ujar Eko Susanto, Perintis Kampung Flora.

Melihat geliat warga, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu pun mendorong agar setiap wilayah di kota Semarang terus menggali potensi wisata disekitarnya sehingga diharapkan mampu menggeliatkan perekonomian.

“Sebenarnya, pariwisata tidak harus yang besar sekali. Seperti di kampung Flora ini, ketika orang datang ke Semarang, bisa datang ke spot-spot wisata alam yang utamanya di Mijen dan Gunungpati ini,” ujar Ita sapaan akrab Hevearita.

Kedepannya, Ita berharap, masyarakat dibantu dinas Pertanian membuka kelas edukasi, dimana para pengunjung bisa belajar seluk beluk cara merawat tanaman hias mulai dari pembibitan, penanaman, hingga perawatan dan menggeliatkan bisnis tanaman hias di kota Semarang. (Ak/El)