Home Headline Cari Korban Hanyut, Basarnas Terhambat Sulitnya Medan

Cari Korban Hanyut, Basarnas Terhambat Sulitnya Medan

Sungai Kreo

SEMARANG, 15/3 (BeritaJateng.net) – Pencarian terhadap Wahyu Nugroho (31) warga Guwo RT 01 RW 02 Desa Tlogowungu Kabupaten Pati, korban hanyut di sungai Kreo saat susur sungai menggunakan ban yang dilakukan Basarnas dan tim SAR gabungan dilakukan dengan membagi tim menjadi 3 regu.

Demikian dikatakan Komandan rescue Basarnas Hardi amanurijal di lokasi pencarian, Minggu (15/3) siang. Menurutnya, pencarian dilakukan sekitar 40 personel gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, Pramuka, PMI, relawan dan masyarakat sekitar.

“Mereka kita bagi menjadi 3 regu. Dua regu bertugas melakukan pencarian dengan menyiris sungai dengan peralatan manual. Sedangkan 1 regu lagi bertugas memantau debet air di atas,” kata Hardi.

Regu pertama melakukan pencarian disekitar tempat kejadian, sedangkan Sru kedua melakukan penyisiran darat tepatnya di daerah Dukuh Gribik. Sampai saat ini pecarian masih terus dilakukan Tim SAR dengan menggunakan alat manual seperti tali,jakar serta bambu-bambu.

Pencarian, lanjut Hardi, memang terkendala karena sulitnya medan. Banyak bebatuan besar dan arusnya sangat deras.

“Kami kawatirkan di atas terjadi hujan, maka debit airnya akan bertambah, arusnya juga bertambah deras. Untuk itu kita siagakan tim untuk memantau cuaca dan debit air di kawasan atas. Kita utamakan safety, jangan sampai kita lalai dalam melakukan pencarian dengan tidak memperhatikan cuaca di daerah atas,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Melihat karakter sungai dan posisi korban yang masih menggunakan pelampung ada dua kemungkinan, yakni  korban terbawa arus. Dan yang kedua bisa juga korban masih terjepit dibawah palung sungai, pungkas Hardi.(BJ14)