Home News Update Cara Praktis Baca Kitab Kuning, Ini Metodenya

Cara Praktis Baca Kitab Kuning, Ini Metodenya

Pengasuh ponpes Nurul Ikhlas, Mujahidin Rachman Al-Hafidz menunjukkan beberapa kitab salaf yang sudah diterapkan melalui metode Ibtida'i.
Pengasuh ponpes Nurul Ikhlas, Mujahidin Rachman Al-Hafidz menunjukkan beberapa kitab salaf yang sudah diterapkan melalui metode Ibtida'i.
Pengasuh ponpes Nurul Ikhlas, Mujahidin Rachman Al-Hafidz menunjukkan beberapa kitab salaf yang sudah diterapkan melalui metode Ibtida’i.

Jepara, 11/6 (BeritaJateng.net) – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ikhlas Desa Langon Tahunan, menerbitkan metode praktis untuk membaca kitab kuning yang tanpa harakat atau “gundul”. Metode ini terbilang lebih efektif serta berbeda dengan metode-metode sebelumnya yang telah ada.

Pengasuh Ponpes Nurul Ikhlas yang penggagas sekaligus penulis metode praktis tersebut, Mujahidin Rachman Al-Hafidz menjelaskan, metode yang diberi nama metode Ibtida’i ini berbeda dengan metode belajar membaca kitab kuning yang sudah ada sebelumnya.

“Metode ini kami buat agar kitab kuning mudah dibaca, kemudian santri atau siswa mudah memahami baik nahwu maupun sorofnya, lalu dapat menulis kalimat berbahasa arab tanpa harakat sebagaimana yang ada di kitab kuning,” kata Kyai Mujahidin.

Menurutnya, metode Ibtida’i tersebut sangat cocok bagi semua tingkatan pendidikan. Sebab, metode yang digunakan tidak terlalu membutuhkan tenaga dan waktu yang banyak. Bahkan, dia mengklaim, dengan metode tersebut seorang santri maupun siswa tidak perlu menghafal.

“Tidak perlu menghafal seperti belajar bahasa arab pada umumnya. Tapi hanya perlu dipahami, kemudian dapat dikembangkan dengan mudah,” tandasnya.

Metode Ibtida’i ini baru saja dilounching menjelang Ramadhan ini. Pihaknya juga menyatakan bahwa metode tersebut telah dicoba oleh beberapa sekolah dan perguruan tinggi, seperti di Unisnu Jepara. Harapannya, melalui metode baru tersebut generasi muslim di Indonesia dapat dengan mudah mempelajari kitab-kitab Islam yang mayoritas berbahasa arab dengan baik dan benar.

“Metode ini kami sendiri terapkan pada anak usia kelas tiga SD hingga SMA. Hasilnya, Alhamdulillah sangat bagus. Dengan singkat para santri dan siswa mampu membaca kitab kuning gundul dengan baik,” imbuhnya.

FOTO: Pengasuh ponpes Nurul Ikhlas, Mujahidin Rachman Al-Hafidz menunjukkan beberapa kitab salaf yang sudah diterapkan melalui metode Ibtida’i.(bj18)