Home Life Style Cap Go Meh Semarang Meriah, Berbagai Kebudayaan Lintas Agama Ditampilkan

Cap Go Meh Semarang Meriah, Berbagai Kebudayaan Lintas Agama Ditampilkan

Penampilan tari sufi yang diiringi alunan musik saxofone dari Romo Aloysius Budi Purnomo di Festival Cap Go Meh Semarang.

Semarang, 20/2 (BeritaJateng.net) – Meski sempat mendapatkan penolakan dari ormas islam, perayaan Festival Budaya Cap Go Meh 2017 yang diseleanggarakan di Balaikota Semarang berlangsung meriah denngan menampilkan berbagai macam atraksi lintas agama yang menyedot perhatian masyarakat Semarang.

Malam perayaan 15 hari setelah Hari Raya Imlek ini dihadiri ribuan warga kota Semarang pada khususnya yang ingin melihat secara langsung Festival Budaya Cap Go Meh 2017 bertajuk ‘Pelangi Budaya Merajut Nusantara’.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng, Dewi Susilo Budiharjo mengatakan, Festival Cap Go Meh ini adalah langkah mewujudkan Kebhinekaan di Indonesia dan Semarang pada khususnya.

“Ini merupakan langkah nyata dalam menempuh akulturasi budaya demi mewujudkan persatuan kesatuam. Harapannya ini Menjadi titik berangkat untuk mnyatakan inilah Semarang inilah Indonesia inilah Kebhinekaan,” ucapnya saat memberi sambutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PITI Jateng, Iskandar mengucapkan, perayaan Cap Go Meh ini mampu menjadikan Semarang Kota contoh dalam suasana kebhinekaan. Pihaknya menilai, Semarang mempunyai pluralisme yang mampu hidup berdampingan untuk memajukan Kota Semarang. “Saya berharap Cap Go Meh di Semarang bisa bersaing di daerah Sawang. Sehingga warga luar negeri bisa berbondong-bondong ke Semarangg dan melihat langsung serta menikmati wisata religi ini,” ucapnya.

Atraksi Barongsai di Festival Cap Go Meh Semarang
Atraksi Barongsai di Festival Cap Go Meh Semarang

Dia juga berpesan, agar seluruh rakyat Indonesia dan warga Semarang khususnya mampu menyudahi pertikaian. “Mari kita bersama saling saling tolong menolong hidup rukun. Mudah-mudahan malam ini jadi titik persatuan. Insyaalllah Semarang menjadi kota pemersatu bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi berharap perayaan malam Cap Go Meh ini mampu memantapkan persoalan mengenai kebangsaan. “kalau diluar sana masih ada kawan-kawan kita berseberangan paham, ini tinggal nanti pemerintah mengajak diskusi agar para kawan-kawan semua sehingga nanti bisa saling memahami,” imbuhnya.

Cap Go Meh tahun ini juga ditandai dengan adanya pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia dengan penyajian lontong Cap Go Meh sebanyak 11.760 porsi. (El)

Advertisements