Camat Gajahmungkur Siapkan Armada Antar Jemput Warga Lansia Ambil Bansos

SEMARANG, 30/11 (BeritaJateng.net) – Pembagian bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM), Program Keluarga Harapan (PKH), dan lainnya di Kecamatan Gajahmungkur, masih ditemukan lansia, warga yang sakit datang langsung ke Kantor Pos Sisingamangaraja, Rabu (30/11).

Padahal, pihak Pemerintah Kota Semarang memberikan kemudahan, bagi warganya yang sakit ataupun lansia, bisa diwakilkan. Bahkan pihak petugas kelurahan dan kecamatan, siap mengantarkan bantuan sosial ini jika, data dan persyaratannya sudah lengkap.

“Untuk bantuan bansos ini, Kecamatan Gajahmungkur dibagi dua hari yakni Rabu (30/11) dan Kamis (1/12). Evaluasinya, masih banyak lansia, atau warga yang sakit nekat datang,” kata Camat Gajahmungkur, Ade Bhakti Ariawan, saat meninjau pembagian bansos di Kantor Pos Sisingamangaraja, Rabu (30/11).

Ade menerangkan, di wilayahnya ada 1.514 warga yang menerima bansos dengan total nominal Rp 1,5 miliar. Pihak kelurahan dan kecamatan pun sudah memberitahu surat edaran sampai ditingkat RT dan RW, untuk memberitahukan kepada warga yang sakit ataupun lansia agar tidak perlu datang ke Kantor Pos.

“Kita sudah kirim edaran, tapi warga masih nekat. Mungkin sosialisasinya yang kurang, atau warga yang kurang jelas,” tuturnya.

Saat melakukan pemantauan, Ade menemukan seorang lansia dengan mata katarak, datang menggunakan sepeda motor dan diantarkan oleh kerabatnya. Ada pula sosok pria yang sedang sakit stroke datang, dengan kaki terpincang-pincang.

“Tadi laporannya ada yang jantungnya kambuh. Kedepan kita akan koordinasi dengan Dinkes, agar bisa menyiapkan tenaga kesehatan ataupun petugas puskesmas,” tuturnya.

Untuk lansia, warga sakit yang terlanjur datang, serta warga yang menggunakan angkutan umum, Ade memberikan kemudahan bagi mereka untuk mengantarkan pulang. Ade menyiapkan tiga armada, yakni mobil miliknya, serta dua kecamatan untuk mengantarkan lansia, ataupun warga yang sakit pulang kerumah masing-masing.

“Tadi saya sempat tanya, lansia yang tidak diantar naik ojek online biayanya Rp 25 ribu. Kalau pulangnya kita antar, tentu akan meringankan mereka, yang sakit kan juga pasti terbantu,” harapnya.

Sementara itu, Mbah Poni warga Gajahmungkur yang memiliki penyakit katarak, mengaku datang langsung ke kantor pos, karena tidak tahu bantuan yang diberikan pemerintah ini bisa diwakilkan, atau pihak kelurahan dan kecamatan berserta kantor pos bisa datang ke kediamannya.

“Nggak tahu kalau ada kayak gitu, mungkin saya belum dikasih tahu sama warga lainnya,” tuturnya.

Saat Mbah Poni datang, ia nampak harus digandeng oleh cucunya karena tidak bisa melihat. Ade langsung memerintahkan staf kelurahan untuk mendatangi nenek berusia 78 tahun ini, agar tidak perlu antri dan masuk ke kantor kelurahan.

“Nanti saya anter mbah pulangnya, biar cucunya menunjukkan jalan. Njenengan saya gendong ya masuk ke mobilnya,” ujar Ade.

Mbah Poni , datang untuk menerima bantuan dengan total Rp 1,5 juta. Apalagi saat itu, menunggu petugas Mbah Poni mengaku harus menahan nyeri dipunggungnya.

“Lumayan mas, uangnya bisa buat makan dan membayar kebutuhan sehari-hari. Pulangnya juga dianterin Pak Camat,” ungkap mbah Poni senang. (Ak/El)

Leave a Reply