Home Headline Cabuli Gadis Dibawah Umur, Penjual Bakso Diciduk Petugas

Cabuli Gadis Dibawah Umur, Penjual Bakso Diciduk Petugas

Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko didampingi Kasatreskrim dan Kasubaghumas Polres Karanganyar saat rilis kasus pencabulan.

KARANGANYAR, 24/8 (BeritaJateng.net) – Warga Girimarto Wonogiri, berinisial TH (23) diamankan petugas dari Polres Karanganyar dengan dugaan melakukan pencabulan pada MP (15) gadis dibawah umur yang juga warga Wonogiri.

TH diamankan petugas di warung bakso miliknya di Karangpandan, Karanganyar Senin (22/8/2106) sekira pukul 13.30 WIB atas laporan dari pihak keluarga korban.

Wakapolres Karanganyar Kompol Prawoko yang mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri menjelaskan awal kejadian pada Jumat (19/8/2016) lalu sekira pukul 15.30 WIB, pelaku mengontak korban agar mau datang ke Karangpandan.

“Korban dibujuk untuk datang ke warung bakso pelaku di Karangpandan. Dan korban MP setuju,” jelas Kompol Prawoko di Mapolres Karanganyar.

Sebelum berangkat korban bertemu kawannya bernama D di depan Kecamatan Girimarto, hingga dan meminta D menemaninya. Akhirnya korban bersama D berboncengan dengan sepeda motor menuju Karangpandan.

Sesampainya di sana korban bertemu dengan pelaku di warung bakso miliknya. Tak lama kemudian pelaku membujuk dan merayu korban agar mau diajak berhubungan badan dan pelaku siap untuk bertanggungjawab jika terjadi sesuatu.

“Selama beberapa hari pelaku telah mencabuli korban sebanyak tiga kali sebelum korban diantar pulang ke Wonogiri,” lanjutnya.

Sesampainya dirumah, korban ditanyai dari mana saja selama beberapa hari ini dan korban bercerita tentang kondisinya. Tidak terima dengan kejadian tersebut, pihak keluarga langsung melapor pada pihak Kepolisian.

Selain membawa pelaku, petugas juga menyita barang bukti satu jaket warna coklat, satu celana panjang kain, satu kaos singlet, satu BH dan satu celana dalam milik korban. Selain itu petugas juga sudah melakukan visum pada korban.

“Pelaku akan dikenakan pasal 81 UU no 35 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Prawoko. (Bj24).

Advertisements