Home News Update Buy Back Saham Tol Terkendala Harga Tinggi

Buy Back Saham Tol Terkendala Harga Tinggi

Ilustrasi

SEMARANG, 10/6 (BeritaJateng.net) – Upaya pembelian kembali saham Tol Semarang-Solo milik Pemprov Jateng yang beberapa tahun lalu dijual mengalami kendala. Harga yang ditawarkan pihak Jasa Marga terlalu tinggi. Saham yang dikelola melalui PT SPJT tersebut sebesar 3,9 persen harganya lebih tinggi dari harga yang dulu diterima dalam penjualan oleh PT SPJT kepada PT Astratel.

Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo mengaku sudah melakukan negosiasi dengan PT Jasa Marga. Ia berharap PT Jasa Marga mau mempertimbangkan, lantaran memiliki tujan yang sama dengan Pemprov untuk memajukan infrastruktur.

“Dulu dijual, sekarang beli lagi karena ada cadangan (anggaran) yang bisa di dorong. Tapi hanya berhenti di 5 persen saham saja sudah cukup. Duit lainnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain,” kata Ganjar, Jumat (10/6).

Sementara itu Direktur PT SPJT Krisdiani yang dihubungi wartawan enggan memberi penjelasan mengenai jumlah penawaran harga saham dari Jasa Marga. Menurut Krisdiani, jumlah nominal yang ditawarkan tidak untuk dipublikasi karena saat ini juga masih dalam tahap pembicaraan.

“Angkanya tidak untuk dipublikasikan, tapi diatasnya (harga jual saham PT SPJT dulu) dan tidak sampai kali lipatnya. Kami sudah minta PT Jasa Marga untuk meninjau lagi tawaran harganya. Kalau memang tetap melebihi patokan harga kami, ya tidak jadi membeli,” kata Krisdiani.

Penjualan saham lalu disebabkan kepemilikan saham PT SPJT terus terdelusi karena tidak menyetor modal. Besaran saham semula 40 persen terdelusi menjadi 30 persen dan 26,1 persen. PT Astratel kemudian menjadi pemenang lelang pembelian saham 25 persen dengan nominal Rp 780 miliar.

Saat itu, pembelian akan terjadi jika PT SPJT melepas saham minimal 25 persen. Saat penjulan itu, ada penjelasan jika pemegang saham bisa membeli saham lagi jika memiliki kemampuan. Maka saat ini saham PT SPJT tinggal 1,09 persen.

Staf Utama Direktorat Teknik dan Operasi PT Trans Marga Jateng, Ari Nugroho mengatakan saat ini komposisi kepemilikan saham ada tiga, PT Jasa Marga 73,9 persen, PT Astratel Nusantara 25 persen, dan PT SPJT 1,09 persen.

“Kalau ditanya harga per lembarnya berapa saat saham milik PT SPJT dijual, kami tidak tahu. Yang tahu SPJT dan Astratel,” kata Ari.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi mengaku sudah mendengar rencana pembelian saham lagi itu. Tapi ia belum mengatahui detil seperti apa rencana kedepannya.

“Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa dulu dijual, sekarang beli lagi?” kata Ahmadi. (BJ13)