Home News Update Bus Wisatawan Brebes Terbakar Saat Parkir Di Museum Mandala Bhakti Semarang 

Bus Wisatawan Brebes Terbakar Saat Parkir Di Museum Mandala Bhakti Semarang 

Bus memuat 25 pelajar dari Brebes ini terbakar hingga ludes di parkiran Museum Mandala Bhakti Semarang.

Semarang, 5/6 (BeritaJateng.net) – Sebuah bus medium yang memuat 25 siswa dan guru SMAN 1 Bulakamba Brebes tiba-tiba ludes terbakar dilalap sijago merah saat tengah parkir di Museum Mandala Bhakti Tugu Muda Semarang, Minggu (5/6) siang sekira pukul 13.00 WIB.

Beruntung Bus Dedy Jaya bernopol G 1589 GR itu tengah parkir sehingga tak ada korban saat musibah kebakaran itu terjadi.

Supir Bus Dedy Jaya, Ahmad Awaludi (37) mengaku, usai memarkir bus di halaman Museum Mandala Bhakti dan menurunkan penumpang yang tak lain adalah siswa-siswi serta guru SMAN 1 Bulakamba Brebes yang berjumlah 25 orang ia langsung mematikan mesin bus.

“Habis parkir masuk Museum, sekira pukul 12.30 WIB penumpang turun. Sekira 15 menit setelah turun penumpang, tiba tiba ada api muncul dari tengah bus,” kata Ahmad.

Bus terbakar
Bus terbakar

Kaget melihat asap menghitam dan api membesar, Ahmad lantas coba nyiram bus dengan air di ember. Namun api justru makin membesar dan melahap seluruh bagian bus. “Karena api tambah besar maka saya biarkan saja. Pasrah,” jelasnya.

Baru sekitar pukul 13.25, tiga unit damkar pemadam api datang ke lokasi. “Pas anak-anak pada turun itu AC sudah saya matiin, sudah berhenti di parkir setengah jam mesin juga mati. Makanya ndak tahu penyebabnya. Kemungkinan korslet pada AC,” papar pria Asal Desa Cimohong Kec. Bolakamba Brebes.

Rombongan bus tersebut bermaksud berwisata di kota Semarang mengelilingi objek-objek wisata kota lunpia ini. Namun nahas, setelah mengunjungi Bonbin Mangkang, rombongan justru kaget melihat Bus yang mereka tumpangi ludes dilalap sijago merah.

“Harusnya habis dari Lawangsewu mau ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tapi karena bus terbakar kami masih tunggu bus jemputan dari tour yang sama,” ujarnya.

Salah satu saksi mata dilokasi, Suparto (65) mengatakan ikut membantu menyiram dengan ember, namun api bukannya mati tapi tambah membesar.

“Untung supir dan penumpangnya pada makan keluar semua. Tiba tiba lihat asap ‘mbulat mbulat (membesar,Red), langsung saya bantu matiin,” tuturnya. (Bj05)