Home News Update Bupati Sragen: Sekolah SBBS Gemolong Tidak Akan Ditutup

Bupati Sragen: Sekolah SBBS Gemolong Tidak Akan Ditutup

Bupati Sragen meminta masyarakat tidak perlu khawatir SBBS Gemolong akan ditutup. SBBS tidak ada suntikan dana dari Turki.

Sragen, 30/7 (BeritaJateng.net) – Sekolah Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) Gemolong, Sragen dikabarkan mendapatkan suntikan dana dari lembaga Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association (Pasiad). Pasiad dituding menjadi pelopor kudeta pemerintahan Erdogan di Turki beberapa waktu lalu.

Bupati Sragen Kusnindar Untung Yuni Sukowati membantah jika Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) mendapat kucuran dana dari Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association (Pasiad).

“Ini adalah sekolah negeri. Tidak ada itu (bantuan) baik fisik dalam bentuk barang atau uang,” jelasnya kepada BeritaJateng.net, Sabtu (30/7/2016).

Bupati Yuni juga menyampaikan kerja sama hanya dalam bentuk pengiriman SDM (pengajar) saja. Itupun sudah diputus kontraknya sejak setahun lalu.

Bupati Yuni juga menghimbau pada masyarakat tidak perlu risau dan khawatir terkait isu adanya desakan untuk menutup Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) yang sudah berdiri sejak tahun 2008 lalu.

“Sekolah ini resmi milik Perintah Kabupaten Sragen. Jadi tidak bisa ditutup,” ujar Yuni.

Selain SBBS Gemolong Sragen, pemerintah Turki juga berharap pada pemerintah Indonesia untuk menutup sembilan sekolah yang diduga ada kaitannya dengan Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association (Pasiad) yang dituding menjadi pelopor kudeta Turki.

Diantaranya sekolah Pribadi Bilingual Boarding School di Depok dan Bandung, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, dan Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta. (Bj24)