Home DPRD Kota Semarang Buntut Penyegelan Warung Swieke Jolotundo, Satpol PP Benarkan Anggotanya Terima Uang Rp...

Buntut Penyegelan Warung Swieke Jolotundo, Satpol PP Benarkan Anggotanya Terima Uang Rp 10 Juta

**Dewan : Tim Saber Pungli harus Turun Tangan

SEMARANG, 26/1 (BeritaJateng.net) – Adanya oknum Satpol PP yang menjanjikan kepengurusan IMB dan ijin usaha Warung Swieke milik Sugiyo yang berada di Jalan Jolotundo Semarang, dengan meminta uang sebesar Rp 10 juta dibenarkan oleh Kabid Sosialisasi dan Penegakkan Perda Satpol PP Kota Semarang Aniceto Magno da Silva.

Saat dikonfirmasi awak media, Rabu (25/1), dikatakannya mengetahui info tersebut setelah ada pemberitaan media paska penertiban dengan menyegel tempat usaha tersebut Senin kemarin. Pihaknya kini masih melakukan pemeriksaan dengan memanggil oknum tersebut guna dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami membenarkan bahwa oknum itu adalah anggota Satpol PP Kota Semarang. Oknum ini biasa disebut Bedhur yang sekarang jabatannya sebagai staf di Satpol PP, ini masih proses pemeriksaan,” kata Aniceto.

Terkait hasil pemeriksaan, Aniceto belum bisa memberikan hasilnya namun jika terbukti bersalah maka akan ada sangsi dari atasan. “Kami masih menunggu proses pemeriksaan dan menunggu hasil rapat dari para pimpinan. Sangsi apa yang akan diberikan nantinya entah itu dipecat atau tidak itu ranah atasan,” paparnya.

Ia menyesalkan adanya tindakan oknum Satpol PP yang berani meminta sejumlah uang tersebut. Sebagai penegak perda harusnya bisa memberikan contoh dan mengayomi, bukan dengan meminta apalagi penipuan dengan menjanjikan bisa mengurus perijinan usaha dan IMB.

“Bagi kami penipuan ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga merugikan Institusi,” katanya.

Untuk tidak menggulangi kejadian ini, Aniceto menegaskan akan memberikan pembiaan bagi seluruh anggota Satpol PP. “Kejadian ini akan kami jadikan peajaran kedepannya. Sehingga kedepan akan ada pembinaan bagi seluruh anggota,” paparnya.

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi meminta Tim Saber Pungli Kota Semarang untuk menelusuri dan mengusut tuntas kejadian ini. Kejadian ini menurutnya menjadi preseden buruk terhadap aparat penegak perda.

“Kalau penegak perda saja melakukan tindakan tak terpuji ini, lalu mau dibawa kemana negara ini,” katanya.

Ia meminta jika oknum Satpol PP tersebut terbukti bersalah harus menerima sangsi. Pertama yakni sangsi administrasi selanjutnya jika ada unsur yang memberatkan dan dilakukan berulang atau tindak pidana maka bisa jadi kearah pemecatan.

“Jangan sampai terulang lagi, Kota Semarang tidak akan tertib karena Satpol PP minta duit tok, masih mau disuap. Ini membuktikan bahwa penegak perda itu kalau sudah berani maingitu suap artinya Semarang tidak akan berkembang, ini akan menjadi hambatan yang signifikan,” ujarnya. (EL)

Advertisements