PEKALONGAN – Perum Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Pekalongan, Jawa Tengah, telah menyiapkan 25 ribu ton beras untuk membantu penugasan program bantuan pangan dari pemerintah.
Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Pekalongan Ramadin Ruding di Pekalongan, Rabu, mengatakan penyaluran bantuan pangan beras itu rencananya bisa direalisasikan pada pekan depan.
“Insya Allah, minggu depan program bantuan pangan itu bisa kami salurkan karena kini masih menunggu perintah saja. Kami memperkirakan dengan stok 25 ribu ton beras masih mampu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan,” katanya.
Menurut dia, sebenarnya, penyaluran program bantuan pangan direncanakan dibagikan mulai Oktober 2023 hingga Desember 2023 namun oleh Presiden Jokowi diajukan menjadi September hingga November 2023.
Dikatakan, meski ketersediaan beras masih relatif cukup untuk tiga bulan ke depan namun seiring dengan memasuki musim kemarau, pihaknya mengalami kendala dalam penyerapan beras dari petani.
“Selain akibat dampak musim kemarau panjang, kami juga mengalami kendala dalam penyerapan beras karena harga padi dari para petani yang mengalami kenaikan,” katanya.
Ramadin Ruding mengatakan harga padi dari petani saat ini mencapai Rp11 ribuan per kilogram dari harga normal Rp9 ribuan per kilogram.
“Tentunya, dengan harga beras yang mencapai Rp11 ribuan per kilogram maka penyerapan tidak bisa maksimal dilakukan. Sudah seminggu ini penyerapan beras kami hentikan karena harga beras di tingkat petani yang tinggi,” katanya.(ant)