‘Building Signage’ Diresmikan, Tinggal Scan Barcode Bisa Tahu Sejarah Bangunan di Kota Lama Semarang

Semarang, 11/12 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memudahkan wisatawan untuk mengetahui informasi gedung-gedung bersejarah di Kota Lama Semarang melalui proyek Building Signage.

Proyek Building Signage diresmikan Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan simbolis peletakan baru pertama di gedung Oudetrap Kota Lama Semarang, Sabtu (10/12).

Melalui building signage ini wisatawan dan pengunjung kota lama semakin mudah mengakses informasi terkait gedung-gedung bersejarah dengan smartphone dengan cara men-scan barcode yang ada di papan Signage.

Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pemerintah Kota Semarang dengan leading sektornya Dinas Tata Ruang (Distaru) berkolaborasi dengan BP2KL dan Disbudpar Kota Semarang memasang tanda penamaan atau signage building gedung bersejarah di kota lama.

“Alhamdulillah hari ini dilakukan penamaan signage building yang merupakan telling story yang dibuat agar masyarakat tahu sejarah gedung-gedung di kota lama. Mulai dari foto zaman dulu sampai sekarang, sejarah gedungnya. Bahkan bisa diupdate terus menerus,” ujar Ita sapaan akrabnya.

Ita menyebut, penerapan signage building merupakan impiannya sejak tiga tahun lalu. “Ini merupakan impian sejak 3tahun lalu. Saya punya angan-angan agar kota lama jangan sampai kalah dengan kota lain. Sehingga mulai dilakukan penamaan penamaan terhadap gedung bersejarah di kota Semarang,” ujar Ita.

Gedung Oudetrap milik pemerintah kota Semarang inilah pilot project pertama penerapan signage building. Rencananya, ada 28 gedung di tahun 2022 ini yang akan diberikan penamaan atau signage building.

“Karena membutuhkan anggaran dan juga kajian sejarah yang meliputi gedung itu di bangun tahun berapa, pernah dipakai apa saja. Nah ini yang perlu disesuaikan. Ini merupakan sejarah yang perlu diceritakan, ” imbuhnya.

Terlebih, Kota Semarang sebagai smart city mulai menerapkan digitalisasi. “Ini upaya digitalisasi, wisatawan tinggal scan barcode dan sudah bisa mendapat informasi terkait sejarah gedung dan sejarah di kawasan Kota lama, ” terangnya.

Menurut Ita, dari 117 gedung bersejarah yang ada di Kota Lama, pihaknya menargetkan tahun 2022 ada 28 gedung yang sudah terpasang Signage Building.

Ada 117 gedung sejarah di Kota lama, tapi kan ada yang kecil ada yang milik privat. 28 ini gedung besar yang orang harus ngerti seperti Gereja Blenduk, Spigel dan sebagainya.

Tahun ini 28 gedung dulu seperti gereja blenduk, spigel, phapros dan sebagainya, tahun depan rencananya akan ditambah gedung-gedung dengan signage building, ” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah mengatakan, proyek Signage Building ini menelan anggaran Rp. 128juta.

“Dengan anggaran 128 juta rupiah yang merupakan dana DAU namun kemudian kita alokasikan untuk pembuatan signage building. Tujuannya agar masyarakat tambah paham dengan masing-masing gedung bersejarah di Semarang khususnya kota lama, ” terang Irwansyah.

Menurutnya, melalui Signage Building ini sekaligus pendataan bangunan yang sudah resmi secara SK Walikota ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Dari sini kita bisa tahu cerita sejarahnya seperti apa dari awal bahkan perkembangannya bisa kita update terus pembangunannya. Supaya masyarakat tahu sejarah bangunan kota lama ini. Mudah-mudahan semua gedung cagar budaya baik yang di kota lama atau yang diluar kota lama bisa kita pasang Building Signage seluruhnya,” katanya. (Ak/El)

Leave a Reply