Home DPRD Kota Semarang BRT Koridor V dan VI Ditolak Pengusaha Angkutan, Dishub: Akan Tetap Dilaunching

BRT Koridor V dan VI Ditolak Pengusaha Angkutan, Dishub: Akan Tetap Dilaunching

DPRD kota Semarang memediasi dan menyerap aspirasi pengusaha dan supir angkot, organda, akademisi dan BLU UPTD BRT Trans Semarang serta Dishub.

Semarang, 6/3 (BeritaJateng.net) – Penolakan rute baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor V dan VI terus berlanjut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang memediasi antara pengusaha, sopir angkutan yang protes dengan Dinas Perhubungan serta akademisi, paguyuban angkot dan organda.

Audiensi dipimpin oleh pimpinan dewan serta anggota DPRD Komisi C, Suharsono dan Dyah Ratna Harimurti.

Plt Badan Layanan Umum (BLU) BRT, Agung menyampaikan rute baru BRT Koridor V dan koridor VI, ini meliputi jalur Undip, Unika, Banyumanik, Perumahan Dinar emas. Rute BRT ini diharapkan bisa untuk melayani transportasi untuk kampus dan perumahan yang angkutannya sedikit. Dengan adanya BRT yang masuk ini menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah sana yang minim angkutannya.

“Adanya awak sopir angkot yang melewati trayek atau jalur itu menolak rute baru BRT ini, karena merasa tersaingj, kami akan meminimalisir jumlah halte BRT. Karena Bus BRT hanya berhenti di halte-halte tersebut,” katanya.

Untuk lelang operator BRT sudah berjalan, dan pada Maret ini diketahui pemenang lelangnya. Dan April ini, pihaknya sudah meluncurkan rute baru BRT koridor V dan koridor VI.

“Memang ada salah satu syarat, dalam pengusaha yang akan ikut lelang yakni memiliki dana Rp 1 Miliar. Hal tersebut Untuk menjamin operasional BRT selama satu bulan, serta untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dan lain-lain,” terangnya.

Sementara menurut catatan dinas Perhubungan Kota Semarang, saat ini, jumlah angkutan terutama bis sudah sedikit, total jumlah bus 818 Armada, hanya tinggal 88 bus saja yang masih aktif. Sedangkan untuk jumlah angkot masih cukup banyak, dari 1.577 angkot, yang tidak aktif 346 angkot.

Menurut Wakil Ketua Organda Kota Semarang Mitro, bahwa rute baru BRT ini ditolak oleh para sopir angkot, karena akan mematikan pelaku transportasi yang sudah ada. Mereka tidak akan mampu bersaing dengan BRT. Pihaknya juga meminta lelang BRT yang sudah berjalan oleh Dishub, untuk Ditunda.

“Kalau tidak, besok Rabu (8/3) kami akan demo. Yakni para sopir angkot di 5 jalur akan datang ke balaikota. Harapannya pelaku transportasi yang sudah ada harus dimasukkan ke dalamnya. Belum ada sosialisasi ke Organda tentang hal ini, tahu- tahu dilelang begitu saja,” ujarnya.

Pimpinan dewan, dalam audiensi tersebut, prinsipnya tidak akan mengintervensi perihal lelang. Pihak dewan, meminta dengan adanya BRT akan mensejahterakan awak sopir angkot. Dimana bisa memberikan angkutan publik yang makin baik di kota semarang.

Wakil ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, solusi dari dewan, harus ada melibatkan sopir yang ada di sana. Meminta kepada dishub, untuk melihat jalur yang dilewati tersebut.

“Koridor VI ini, yang sudah disiapkan, juga akan menghidupkan masyarakat. Selain itu, siapapun pemenangnya lelang, melakukan MoU, yang akan mengakomodir paguyuban yang jalurnya dilalui,” pungkasnya. (EL)

Advertisements