Home Lintas Jateng Brigif 413 Bremoro Panen Raya Padi

Brigif 413 Bremoro Panen Raya Padi

Panen Raya

SOLO, 10/4 (BeritaJateng.net) –  Mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, Batalyon Infantri  413 Bremoro ikut berpartisipasi dengan ikut serta mensukseskan dan mencapai swasembada pangan yang sudah di canangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam tiga tahun mendatang.

Panen raya yang dilakukan di lahan 
milik TNI AD di wilayah Mojolaban Sukoharjo Jawa Tengah sebagai wujud  dukungan untuk memenuhi  swasembada pangan di Indonesia. 

Komandan Brigif 413 (Danyonif) Mayor Inf Setyo Wibowo menyatakan Indonesia sangat kurang pangan, padahal wilayahnya begitu luas. Dan terpaksa harus mengimport beras dari luar seperti Vietnam, Philipina, Thailand.  

“Mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan, kita bersyukur untuk panen pertama ini dapat diselenggarakan dengan baik,” jelasnya saat membuka acara Panen Raya di  Batalyon 413, Jumat (10/4/2015).

Menurut Mayor Inf Setyo Wibowo, biasanya hasil panen padi di Batalyon 413 per hektarenya hanya 4 ton saja. Namun mudah-mudahan panen tahun ini bisa melampaui target yang ditentukan sekitar 9 ton per hektare. 
   
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo Netty Harjianti mengaku sangat bersukur TNI AD mampu mendukung meningkatkan hasil panen padi di wilayah Sukoharjo agar mampu memenuhi target yang ditentukan pemerintah.

Harapannya agar semua bisa mendukung program peningkatan ketahanan pangan agar target produksi padi dari Kabupaten Sukoharjo bisa tercapai.

“Khusus Sukoharjo mendapatkan tugas yang berat, yakni hasil panen pada 2015 ini harus memenuhi target produksi  per haktare minimal 7 ton gabah kering giling,” jelasnya di Sukoharjo Jawa Tengah 

Padahal ungkap Netty Harjianti,  wilayah Sukoharjo selama ini hanya mampu menghasilkan sekitar 6,8 ton gabah kering, belum mencapai di angka 7 ton.  Bahkan pada  tahun 2014 lalu  hanya mencapai sekitar  6,3 ton gabah kering giling.  

“Sehingga untuk mencapai rata-rata tujuh kemudian dalam luasan 50 ribu hektare di wilayah Sukoharjo ini tanun 2015 ini harus mampu meningkatkan panenan sekitar 19 persen dari produksi tahun lalu,” pungkasnya. (BJ24)